Netizen Desak Misbahudin dan Komisi IV DPRD Kota Bekasi Minta Maaf dan Pulihkan Nama Baik Unity School - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Netizen Desak Misbahudin dan Komisi IV DPRD Kota Bekasi Minta Maaf dan Pulihkan Nama Baik Unity School

Tangkapan layar video audiensi Komisi IV DPRD Kota Bekasi terkait dugaan kasus bullying di Unity School.
Prakata.com – Gelombang tuntutan dari netizen dan orang tua siswa menyasar Komisi IV DPRD Kota Bekasi buntut isu dugaan perundungan atau bullying di Unity School yang akhirnya dinyatakan tidak terbukti. Mereka mendesak para anggota dewan untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik atas kegaduhan yang ditimbulkan.

“Udah ada klarifikasi dan permintaan maaf dr anggota dewan & pelapor ? Dari partai mana min ? biar dicatet,” tulis pemilik akun @tralala.trilili426, dalam komentar dari video Tiktok dikutip Senin (7/9/2026).

Desakan komentar lainnya pun muncul dari pemilik akun @thecipta yang mempertanyakan perihal klarifikasi dari Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang telah menyeret dugaan bullying ke meja audiensi. “Pak and Bu Dewan ayo klarifikasi kan biar semuanya jelas.. dan tidak ada kegundahan..,” komentarnya.

Tidak berhenti sampai disitu, pemilik akun @Imelda Meilina juga berkomentar “Suaminya gak ada kerjaan banget Bu di DPRD? Sampe ngurusin urusan bullying anak2 yang ternyata TIDAK TERBUKTI bullying.. klarifikasi donk Bapak Dewan dan Nyonya kalau tidak terbukti. Dan lakukan pemulihan nama baik sekolah yang sudah kalian rugikan. Gentlement donk!!”

Tuntutan pemulihan nama sekolah juga muncul dari orang tua yang mengaku anaknya adalah alumni dari sekolah tersebut.

“Anak saya alumni Unity sejak toddler hingga JHS… dari belum lancar bicara hingga pintar berbagai hal diajari guru2 yang hebat… Selama bersekolah disana sama sekali tidak pernah ada kisah bully di sekolah itu… anak saya happy dan bahagia selama bersekolah di Unity… Sooo tolong bersihkan nama baik almamater sekolah anak saya tercinta…. ️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥,” tulis akun @TotoroKucel.

Kasus ini bermula dari laporan orang tua siswa terkait dugaan perundungan yang melibatkan seorang peserta didik di Unity School Galaxy, Bekasi Selatan. Laporan tersebut kemudian dibawa ke ranah audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi pada akhir Juli 2026. Dalam rapat tersebut, muncul wacana ancaman evaluasi hingga peninjauan izin operasional sekolah.

Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi bersama pihak sekolah dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), fakta menyatakan bahwa dugaan tersebut tidak terbukti. Hasil investigasi menunjukkan insiden yang terjadi adalah interaksi spontan antar siswa, dan rekaman CCTV tidak menunjukkan adanya tindakan kekerasan atau perundungan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, sebelumnya juga telah menegaskan bahwa berdasarkan klarifikasi yang dilakukan, tidak ditemukan bukti signifikan mengarah pada tindakan perundungan. Dengan demikian, tidak ada dasar untuk melakukan evaluasi apalagi pencabutan izin sekolah.

Meski fakta telah terungkap, hingga saat ini Misbahudin selaku istri pelapor sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, tetap memilih bungkam. Sikap ini mendapat sorotan tajam dari netizen yang menilai pernyataan dan ancaman penutupan sekolah sebelumnya telah memicu keresahan di kalangan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik.

Tuntutan agar anggota dewan khususnya di Komisi IV DPRD Kota Bekasi meminta maaf pun menguat. Para orang tua menilai, pernyataan publik yang diikuti dengan penghapusan unggahan di media sosial (Instagram resmi DPD Kota Bekasi) tidak cukup tanpa adanya klarifikasi resmi dan permintaan maaf yang tulus atas kekeliruan informasi yang telah disebarluaskan. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel