![]() |
| Menteri Agama Nasaruddin Umar, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' At-Taqwa. |
Dalam orasi keagamaannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar
menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme luar biasa dari para jamaah yang
memadati masjid. Menurutnya, gelombang manusia yang hadir dalam peringatan
kelahiran Baginda Rasul ini merupakan cerminan nyata dari berkah yang melimpah
serta bukti cinta mendalam umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
"Setiap kali saya berkunjung ke Pondok Pesantren
At-Taqwa, selalu saya saksikan lautan jamaah yang memenuhi ruangan. Yayasan
At-Taqwa telah menjadi bagian dari keluarga besar saya, karena itulah saya
selalu berusaha meluangkan waktu untuk hadir di sini," tutur Nasaruddin
dengan penuh haru.
Menag RI menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi bukan sekadar
seremonial tahunan, melainkan momen sakral untuk merefleksikan sosok Rasulullah
Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah—teladan agung yang tak tertandingi
sepanjang masa. Beliau mengingatkan bahwa Pondok Pesantren At-Taqwa Bekasi
memiliki akar sejarah yang kuat, didirikan oleh sosok ulama sekaligus Pahlawan
Nasional KH. Noer Ali.
"Rasulullah SAW adalah figur teladan dunia yang tidak
mungkin terkalahkan oleh siapapun. Kepadatan jamaah dalam peringatan ini
bukanlah kebetulan, melainkan pertanda bahwa keberkahan senantiasa
menyertai," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menguraikan keistimewaan perjalanan
hidup Rasulullah yang penuh dengan peristiwa monumental yang terjadi pada
tanggal 12 Rabiul Awal. Ia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak hanya
merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga mendalami nilai-nilai perjuangan dan
keteladanan yang beliau wariskan sepanjang hayat.
"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern
justru semakin mengukuhkan relevansi ajaran Islam. Al-Qur'an dan hadis Nabi
Muhammad SAW adalah sumber ilmu yang tak pernah habis untuk dikaji, seiring
dengan kemajuan peradaban manusia," jelas Menag RI di hadapan ribuan
jamaah.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren At-Taqwa,
KH. Irfan Mas'ud, dalam sambutannya menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi
tahun ini digelar dengan tujuan memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah
masyarakat, sekaligus mengenang kembali jejak sejarah perjuangan para ulama dan
tokoh yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan sosial serta perjalanan
sejarah Kabupaten Bekasi.
"Seluruh nilai luhur yang telah ditanamkan oleh KH.
Noer Alie dan para ulama pendahulu kami, akan terus kami istiqomahkan, kami
lanjutkan, dan kami kembangkan. Yayasan At-Taqwa berkomitmen untuk rutin
menggelar peringatan Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai wujud
cinta kami kepada Baginda Rasulullah SAW," tegas KH. Irfan Mas'ud.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Irfan Mas'ud mengungkapkan
bahwa At-Taqwa tepat pada 6 Agustus 2026 lalu telah genap berusia 70 tahun.
Lembaga pendidikan keagamaan ini didirikan oleh almarhum KH. Noer Alie dengan
visi mulia untuk membangun peradaban masyarakat Bekasi sekaligus memberikan
kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.
KH. Irfan Mas'ud menambahkan bahwa bulan Agustus memiliki
makna istimewa bagi keluarga besar At-Taqwa. Selain menjadi bulan berdirinya
yayasan, Agustus juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan pembentukan
Kabupaten Bekasi.
"Kami bertekad terus mengembangkan Bekasi sebagai
wilayah yang bernuansa religius, sembari tetap menjaga penghormatan kepada
tokoh perjuangan, almarhum Pahlawan Nasional KH. Noer Alie. Tepat 70 tahun yang
lalu pada 6 Agustus 2026, Pondok Pesantren ini didirikan sebagai cikal bakal
peradaban," terangnya.
Irfan Mas'ud menjelaskan bahwa KH. Noer Alie bersama para
pejuang kemerdekaan lainnya turut ambil bagian dalam proses pembentukan
Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 1950. Perjuangan heroik tersebut, kata dia,
menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang masyarakat Bekasi dalam
memperjuangkan identitas dan posisi daerahnya sebagai bagian dari Provinsi Jawa
Barat.


