![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, usai meresmikan ajang Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Jakarta telah menyampaikan kesiapannya kepada pemerintah pusat untuk menjadi tuan rumah alternatif jika ada daerah lain yang belum siap menggelar kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Kami telah mengkomunikasikan kepada pusat bahwa apabila terdapat kejuaraan besar dan daerah tuan rumah terkendala, Jakarta siap mengambil alih penyelenggaraan. Kami memiliki prasarana yang memadai,” tegas Pramono.
Lebih lanjut, orang nomor satu di DKI Jakarta itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap berbagai sarana olahraga yang sudah berusia tua. Menurutnya, hal ini penting agar seluruh fasilitas tetap memenuhi standar internasional.
“Mudah-mudahan dengan kelengkapan infrastruktur yang ada, Jakarta bisa menjadi simpul utama atau pusat dari sport tourism di Indonesia,” imbuhnya.
Tak lupa, Pramono mengapresiasi jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pengprov Pelti) DKI Jakarta yang telah sukses menyelenggarakan turnamen yang mempertemukan ratusan atlet dari berbagai penjuru Nusantara. Ia berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi para petenis untuk mengharumkan nama bangsa di kancah global.
“Saya berharap turnamen tenis ini mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang nantinya dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan internasional, sehingga olahraga tenis Indonesia semakin mendunia,” ujar Pramono.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Pelti DKI Jakarta, Hari Nugroho, memaparkan bahwa turnamen bergengsi ini berlangsung selama tujuh hari, sejak 27 Juli hingga 2 Agustus 2026. Total sebanyak 322 petenis dari 23 provinsi turut ambil bagian dalam kompetisi tahunan ini.
Rinciannya, peserta dibagi ke dalam dua kategori utama: 178 atlet untuk kategori Turnamen Diakui Pelti (TDP) Nasional dan 144 petenis dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan total hadiah mencapai Rp 250 juta, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga pemanasan strategis menuju PON 2028 mendatang.
“Kejuaraan ini kita rancang sebagai wadah asah kemampuan sekaligus ajang pemanasan bagi para atlet jelang PON 2028. Kami sangat antusias melihat antusiasme peserta dari berbagai daerah,” pungkas Hari Nugroho. (rtm)


