![]() |
| Kondisi ruangan pengap di tengah kegiatan proyek rehabilitasi sejumlah ruangan DPRD Kota Bekasi. |
Seorang pegawai Sekretariat DPRD Kota Bekasi yang memilih untuk tidak disebutkan namanya mengaku kondisi selama proses rehabilitasi berlangsung sangat tidak layak. Menurutnya, debu dari pengerjaan proyek menyebar hingga ke ruang kerja, sehingga mengganggu konsentrasi dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
"Parah banget pengerjaannya. Debu di mana-mana, ruangan jadi pengap. Ini sangat mengganggu kami yang setiap hari bekerja di sini," ujar pegawai tersebut kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Ia menilai pelaksanaan proyek seharusnya lebih memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan pegawai yang masih tetap menjalankan tugas di dalam gedung. Menurutnya, kontraktor pelaksana semestinya memasang pembatas yang lebih memadai agar debu tidak menyebar ke seluruh area perkantoran.
"Harusnya lebih profesional. Jangan sampai pekerjaan proyek malah mengorbankan kenyamanan pegawai yang sedang bekerja," tambahnya.
Keluhan ini menambah panjang daftar sorotan terhadap proyek rehabilitasi Gedung Sekretariat DPRD Kota Bekasi. Sebelumnya, proyek ini juga sempat menjadi perhatian publik karena diduga tidak menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara optimal. Bahkan, isu serupa juga pernah mencuat terkait proyek lain di lingkungan DPRD Kota Bekasi, seperti dugaan penawaran harga tidak wajar dalam proyek pengelolaan gedung yang memicu kecurigaan adanya praktik KKN.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi selaku dinas teknis belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan pegawai tersebut. DPRD Kota Bekasi sendiri sebelumnya juga telah mendesak Disperkimtan untuk mempercepat realisasi dan meningkatkan pengawasan proyek-proyek fisik. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


