![]() |
| Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mendampingi Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. |
Dalam agenda tersebut, rombongan juga diiringi oleh jajaran
pimpinan puncak Jasa Marga, meliputi Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja,
Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano,
Direktur Operasi Fitri Wiyanti, serta Direktur Layanan Yaya Ruhiya. Tak
ketinggalan, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga
Trias Andriyanto beserta para Group Head dan jajaran direksi dari anak-anak
perusahaan Jasa Marga Group turut hadir mendampingi.
Pada kesempatan tersebut, Rivan A. Purwantono memaparkan
berbagai terobosan strategis yang telah dijalankan perseroan. Ia menjelaskan
bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada peremajaan kawasan istirahat, tetapi juga
penguatan peran JMTC sebagai pusat komando operasional berbasis teknologi.
Kehadiran Travoy Rest dengan konsep destination hub area menjadi langkah
nyata Jasa Marga dalam meningkatkan pengalaman pengguna jalan. "Kami ingin
rest area tidak lagi hanya tempat singgah, tetapi menjadi destinasi yang
memberikan kesan mendalam dan kenyamanan lebih bagi para pelancong,"
ungkap Rivan.
Sejumlah peningkatan layanan di Travoy Rest KM 88A dan 88B
Jalan Tol Cipularang pun mulai terlihat. Mulai dari revitalisasi dan penambahan
unit toilet, penyediaan fasilitas publik yang lebih komprehensif, pengembangan
ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan, hingga penambahan titik Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain itu, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) lokal juga digencarkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan
ekonomi di sekitar wilayah tol.
"Fokus utama transformasi di KM 88A adalah pembenahan
fasilitas esensial rest area. Kami menjadikan lokasi ini sebagai percontohan showcase
bagi pengembangan rest area ke depan. Kami lakukan perluasan kawasan,
merelokasi dan merevitalisasi toilet agar lebih aksesibel dan nyaman, menambah
ruang hijau, serta mengoptimalkan sirkulasi kendaraan dan kapasitas parkir.
Harapan kami, Travoy Rest KM 88A bisa menjadi standar baru yang mampu memenuhi
kebutuhan pengguna jalan secara maksimal," tambah Rivan.
Sementara itu, transformasi di Travoy Rest KM 88B lebih
dikonsentrasikan pada peningkatan kualitas dan peran UMKM lokal. Beragam
kuliner khas Nusantara disajikan untuk memperkaya pilihan pengguna jalan. Di
sisi lain, Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang
mengusung konsep showcase waste management. Sistem ini mencakup
pemilahan dari sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga daur ulang sampah
menjadi pupuk organik, yang selaras dengan penerapan prinsip Environmental,
Social, and Governance (ESG).
Dalam ranah digital, Jasa Marga terus mengoptimalkan JMTC
yang dijuluki sebagai The Eye of Toll Road. Pusat kendali ini beroperasi
24 jam penuh untuk memonitor seluruh jaringan tol milik Jasa Marga secara real-time.
Didukung oleh lebih dari 3.500 kamera CCTV, Traffic Counting System, Variable
Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM),
radar lalu lintas, kecerdasan buatan (AI), serta analisis big data, JMTC
mampu melacak pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap harinya. Sistem ini
juga mempercepat koordinasi dalam penanganan darurat, rekayasa lalu lintas, dan
penyebaran informasi akurat kepada publik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO
Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan amanat utama Presiden Republik
Indonesia agar pelayanan BUMN kepada masyarakat terus mengalami peningkatan. Ia
menyoroti pentingnya optimalisasi teknologi guna memastikan pemantauan
menyeluruh di seluruh ruas tol serta akselerasi respons terhadap setiap insiden
di lapangan.
"Teknologi harus mampu memberikan informasi perjalanan
yang presisi agar masyarakat dapat mengantisipasi kondisi lalu lintas dan
memperkirakan durasi perjalanan. Selain itu, peningkatan kualitas rest area
merupakan bagian integral dari layanan tol. Pengguna jalan berhak mendapatkan
fasilitas istirahat yang aman, nyaman, dan pelayanan yang prima," tegas
Dony.
Lebih lanjut, Dony menilai bahwa langkah transformasi yang
diambil Jasa Marga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam menciptakan value
creation berbasis keunggulan layanan (service excellence). Ia
memberikan apresiasi atas perbaikan layanan Jasa Marga yang tidak hanya terpaku
pada aspek operasional, tetapi juga berorientasi pada kemudahan, kenyamanan,
dan nilai tambah bagi masyarakat luas.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh direksi dan karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun terakhir, kita menyaksikan transformasi yang luar biasa dan berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, pemerintah ingin kualitas layanan publik meningkat, sehingga masyarakat bisa merasakan secara signifikan peningkatan layanan jalan tol. Tetap jaga semangat dalam memberikan yang terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia," pungkas Dony. (gud)


