![]() |
| Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun Ajaran 2026/2027. |
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, yakni pada 15, 16, 17, 20, dan 21 Juli 2026 ini, menjadi gerbang awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta memperkuat fondasi karakter.
Kegiatan MPLS yang mengusung tema Gapura Pancawaluya ini secara resmi dibuka dan ditutup oleh Budi Mulia, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.
"Kehadirannya menandakan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah provinsi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berdaya saing," ungkap Kepala SMKN 15 Kota Bekasi, Supriatin, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, selama masa orientasi, para siswa baru mendapatkan penguatan materi dari berbagai narasumber kompeten, mulai dari unsur TNI/Polri untuk wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.
Selain itu dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk edukasi kesehatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk menumbuhkan kepedulian ekologis.
"Pendekatan ini sejalan dengan prinsip MPLS Pancawaluya yang menekankan aspek edukatif, inklusif, dan partisipatif," ujarnya.
Materi yang disampaikan dirancang untuk menginternalisasi lima nilai utama Pancawaluya: Cageur (sehat fisik dan mental), Bageur (berakhlak mulia dan peduli), Bener (jujur dan bertanggung jawab), Pinter (cerdas dan adaptif), serta Singer (kreatif dan tangkas).
"Nilai-nilai inilah yang diharapkan menjadi bekal siswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja," lanjut Supriatin.
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan Demonstrasi Ekstrakurikuler dan Aksi Ekologi. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen SMKN 15 Kota Bekasi dalam menciptakan lulusan unggul yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga selaras dengan budaya sekolah MABEL (Mandiri, Berkarakter, Loyalitas) serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.
"MPLS diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar dan budaya positif di lingkungan sekolah baru," pungkas perempuan berhijab tersebut. (gud)


