Isu Pemotongan TPP di Lingkungan Pemkot Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Siap Klarifikasi Usai Reses - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Isu Pemotongan TPP di Lingkungan Pemkot Bekasi Jadi Sorotan, DPRD Siap Klarifikasi Usai Reses

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menjawab pertanyaan wartawan usai agenda reses di Cimuning, Mustikajaya, Selasa (7/7/2026) malam.
Prakata.com – Hebohnya kabar mengenai potensi pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di jajaran Pemerintah Kota Bekasi kini menjadi buah bibir yang meresahkan. Kepanikan ini dirasakan langsung oleh ribuan tenaga honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta sejumlah besar Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya yang bertugas di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti keresahan yang meluas ini, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menegaskan bahwa pihak legislatif masih dalam tahap menunggu kajian formal menyangkut realita keuangan daerah. Pembahasan tersebut dinilai krusial, terlebih isu mengenai adanya defisit anggaran sedang hangat diperbincangkan di kalangan publik.

"Terkait defisit anggaran, saya memang sempat mendengar sedikit informasi kemarin. Hanya saja, kami di Badan Anggaran (Banggar) belum melakukan pembahasan khusus, karena yang baru masuk adalah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK. Nanti apabila pembahasan itu sudah berlangsung, baru akan kami tanyakan secara mendalam, apakah benar ada defisit atau tidak," tutur Sarwin usai kegiatan reses di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Selasa (7/7/2026) malam.

Mengenai wacana pengurangan TPP, Sarwin mengakui bahwa Komisi I DPRD Kota Bekasi sampai saat ini belum menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan. Ia menuturkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kebenaran kabar yang beredar.

"Memang isu ini sudah mulai merebak di tengah masyarakat dan internal Pemerintah Kota Bekasi. Namun, kami di Komisi I belum melakukan konfirmasi langsung ke OPD terkait. Rencananya, setelah reses usai, kami akan mengundang instansi yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi atas isu yang sedang ramai ini," tambahnya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan lebih lanjut bahwa agenda Komisi I baru sebatas membahas permasalahan yang terjadi di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal ini menyebabkan topik TPP belum masuk dalam daftar bahasan prioritas komisinya.

"Pembahasan kami masih terfokus pada persoalan di Satpol PP. Jadi, memang untuk perihal TPP ini sendiri belum diagendakan di Komisi I," jelasnya.

Meskipun demikian, ia memastikan bahwa aspirasi dan kegelisahan para ASN serta PPPK telah diteruskan kepada pimpinan Komisi I. Sarwin berharap langkah klarifikasi dapat segera direalisasikan guna menghentikan spekulasi yang beredar.

"Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pimpinan Komisi I agar isu TPP ini segera dicarikan kejelasan. Rencananya, setelah masa reses berakhir, OPD terkait akan kita panggil. Ini penting mengingat keresahan yang dirasakan oleh rekan-rekan PPPK dan ASN yang khawatir terdampak," tandasnya. (gud)