![]() |
| Kondisi lalu lintas dalam kesibukan hari kerja di Kota Tangerang. |
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota
Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengungkapkan bahwa laju inflasi selama tiga
bulan terakhir menunjukkan tren peningkatan yang tidak signifikan, mencerminkan
stabilitas ekonomi yang terkendali. Pada bulan April tercatat 1,54 persen,
meningkat tipis ke 1,96 persen di bulan Mei, dan mencapai 2,36 persen pada Juni.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan untuk
memastikan daya beli masyarakat tetap stabil. Kalau dilihat datanya, inflasi
Kota Tangerang mencapai 2,36 persen (year on year) dan 0,57 persen (month to
month) dengan Indeks Harga Konsumennya sebesar 110,19,” ujar Ruta, Rabu
(1/7/2026).
Berdasarkan data BPS, penyumbang inflasi terbesar pada
periode Juni masih didominasi oleh dua kategori utama. Kelompok makanan,
minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,87 persen, sementara sektor
transportasi menyumbang 0,47 persen.
Beberapa komoditas pangan yang memberikan pengaruh
signifikan terhadap peningkatan inflasi antara lain air kemasan (4,97 persen),
bawang merah (10,11 persen), kue kering (7,76 persen), dan minyak goreng (1,61
persen). Komoditas-komoditas ini secara konsisten menjadi penyumbang inflasi
utama dari bulan sebelumnya.
“Beberapa komoditas penyumbang inflasi pada bulan kemarin
juga masih menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini,” tambah Ruta.
Meskipun terjadi peningkatan, angka inflasi Kota Tangerang
tetap menjadi yang terendah dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi
Banten. Rata-rata daerah lain mencatatkan angka inflasi di atas 3 persen,
menjadikan pencapaian Kota Tangerang sebagai yang paling stabil di wilayah
tersebut.
Pemkot Tangerang terus berkomitmen menjaga stabilitas
inflasi melalui berbagai langkah intervensi strategis. Upaya yang dilakukan
meliputi pemantauan distribusi komoditas agar tetap lancar, serta penguatan
program Gampang Sembako yang dijalankan melalui inisiatif Bang Sama (Bentor
Pangan Sahabat Masyarakat).
Program Bang Sama yang diluncurkan sebagai bagian dari
peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang menghadirkan layanan belanja sembako
keliling dengan tiga unit bentor pangan. Layanan ini menyediakan beras murah
berkualitas bekerja sama dengan Bulog Cabang Tangerang, menjangkau langsung
masyarakat di berbagai permukiman kelurahan secara berkala.
“Melalui Bang Sama, masyarakat bisa berbelanja lebih dekat, lebih mudah, dan tentu dengan harga di bawah pasaran. Harapannya, ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” jelas Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam peluncuran program tersebut.
Dengan sinergi kebijakan fiskal dan intervensi pasar langsung, Pemkot Tangerang optimistis dapat mempertahankan tren positif pengendalian inflasi hingga akhir tahun 2026. (rtm)


