![]() |
| Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad, saat menjaring aspirasi dari warga Kelurahan Jakasampurna, Selasa (7/7/2026). |
Menurut politisi yang juga aktif menyerap aspirasi warga
itu, hadirnya Puskesmas di Jakasampurna akan memberikan dampak signifikan
terhadap efisiensi waktu sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat,
khususnya biaya transportasi yang kerap dikeluhkan oleh warga setempat.
"Dalam setiap kegiatan reses, saya selalu menyampaikan
usulan agar dialokasikan anggaran pengadaan lahan untuk Puskesmas. Apabila
pembelian tanah tidak memungkinkan, opsi pinjam pakai aset negara—seperti lahan
milik PJT atau instansi pemerintah lainnya yang berada di lokasi strategis, bisa
menjadi solusi alternatif," terang Gilang kepada wartawan pada Selasa
(7/7/2026).
Gilang menjelaskan bahwa saat ini Puskesmas terdekat dari
Jakasampurna berada di wilayah Bekasi Selatan, sehingga jarak tempuh yang cukup
panjang menyulitkan warga, terutama mereka yang membutuhkan layanan kesehatan
rutin. Dia menekankan bahwa lokasi ideal untuk Puskesmas seharusnya berada di
jantung kawasan permukiman agar akses masyarakat menjadi lebih mudah.
Berbagai opsi lokasi pun sudah diajukan, mulai dari tanah
milik negara hingga area strategis di sekitar kawasan Kalimalang. Hanya saja,
Gilang mengaku bahwa realisasi pembangunan masih menunggu hasil kajian teknis
dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengenai kesesuaian luas lahan serta aspek
kelayakan konstruksi.
"Kami terus mengawal agar kepastian lahan segera
diperoleh. Nantinya, Dinas Kesehatan lah yang akan menilai apakah ukuran tanah
tersebut memenuhi standar untuk pembangunan Puskesmas," tambahnya.
Selain persoalan layanan kesehatan, Gilang juga mengakui
bahwa Jakasampurna masih menghadapi keterbatasan jumlah sekolah negeri,
khususnya di jenjang SMP. Sekolah menengah pertama negeri terdekat saat ini
hanya tersedia di kawasan perbatasan Kayuringin, sehingga akses pendidikan bagi
sebagian anak-anak di wilayah itu juga masih menjadi tantangan tersendiri.
Meskipun demikian, Gilang menegaskan bahwa prioritas utama
saat ini tetap pada pembangunan Puskesmas mengingat tingginya kebutuhan
pelayanan kesehatan yang dirasakan oleh warga. Terlebih, kawasan Jakasampurna
dihuni oleh banyak lansia dan pensiunan, terutama di lingkungan RW 9 dan RW 6A,
yang sangat membutuhkan kemudahan akses ke fasilitas kesehatan.
Target yang dicanangkan oleh Gilang adalah proses penyiapan
lahan rampung pada tahun 2026. Jika tidak ada hambatan berarti, tahap
konstruksi fisik Puskesmas diharapkan bisa dimulai pada 2027, dengan target
akhir realisasi paling lambat pada 2028.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keluhan yang paling
dominan disampaikan warga bukan hanya terkait jarak tempuh, tetapi juga biaya
tambahan yang harus dikeluarkan untuk transportasi saat berobat.
"Harapan kami ke depan, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk sekadar mengakses layanan Puskesmas. Dengan lokasi yang berada tepat di pemukiman, warga bisa menjangkaunya lebih cepat, mudah, dan tentu saja lebih hemat," tutup Gilang. (gud)


