![]() |
| Petugas menempelkan stiker pemeriksaan kendaraan ODOL di tol Jakarta-Cikampek. |
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan setiap hari mulai pukul
08.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan wujud sinergi antarinstansi untuk
meminimalisir potensi bahaya di jalan raya, sekaligus mendorong terciptanya
sistem angkutan barang yang patuh terhadap aturan dimensi dan bobot muatan. Upaya
serupa juga terus digalakkan di berbagai titik tol lainnya di tanah air sebagai
bagian dari operasi pendidikan lalu lintas yang masif.
Pgs. Vice President Corporate Secretary & Legal
PT Jasamarga Transjawa Tol, Dary Achmad Budi, menegaskan bahwa pendekatan yang
diusung dalam kegiatan ini lebih mengutamakan aspek pembinaan dan penyadaran
bagi para sopir angkutan barang.
“Kami ingin para pengemudi benar-benar memahami bahwa
mematuhi batas dimensi dan muatan bukan sekadar kewajiban administratif,
melainkan kebutuhan fundamental untuk keselamatan bersama. Ketika kendaraan
beroperasi sesuai standar, maka tingkat fatalitas kecelakaan dapat ditekan, di
samping itu infrastruktur tol juga akan lebih awet dan prima dalam mendukung
mobilitas harian masyarakat,” ungkap Dary dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Dalam praktik di lapangan, tim gabungan melakukan
serangkaian inspeksi terhadap armada angkutan berat yang dicurigai melanggar
ketentuan ODOL. Proses penimbangan digital pun dilakukan guna memastikan bobot
aktual kendaraan. Data hasil pemeriksaan tersebut kemudian dijadikan alat
edukasi interaktif bagi pengemudi, guna memberikan gambaran nyata tentang
dampak buruk kelebihan muatan dan ukuran terhadap stabilitas kendaraan, risiko
kerusakan jalan, serta potensi kecelakaan fatal. Selain itu, para pengemudi
juga diingatkan untuk selalu mengecek kelayakan teknis kendaraan sebelum melaju
ke jalan tol.
Pihak JTT menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kekompakan seluruh unsur terkait dalam menggalakkan budaya berkendara yang aman, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan jiwa. Melalui pendekatan edukasi yang berkesinambungan, diharapkan kesadaran pelaku logistik terhadap bahaya kendaraan ODOL akan terus menguat. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya menciptakan perjalanan yang lebih selamat dan nyaman, tetapi juga menjaga ketahanan infrastruktur tol serta memperlancar rantai pasok distribusi barang di tingkat nasional. (rtm)


.jpg)