Warga Gandaria Utara Sukses Budi Daya Ikan Sistem Bioflok Ramah Lingkungan - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Warga Gandaria Utara Sukses Budi Daya Ikan Sistem Bioflok Ramah Lingkungan

Budi daya ikan Poktan Puspita Makmur RW 09 Gandaria Utara dengan sistem bioflok.
Prakata.com – Warga Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, terus bergerak memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lingkungan. Salah satu aksi nyatanya dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) New Puspita Makmur di RW 09, yang mengembangkan budi daya ikan menggunakan sistem bioflok.

‎Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri, mengungkapkan bahwa saat ini Poktan New Puspita Makmur telah memiliki empat kolam bioflok berdiameter tiga meter. Sebagai tahap awal, setiap kolam diisi 750 bibit ikan nila.

‎"Kami fokus membudidayakan ikan nila terlebih dahulu. Ke depan, kami juga menyiapkan dua kolam tambahan yang akan digunakan untuk ikan lele," ujar Fahri pada Selasa (9/6/2026).

‎Menurutnya, sistem bioflok ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan di tingkat lingkungan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi warga, terutama balita di RW 09. Fahri menjelaskan bahwa Poktan New Puspita Makmur menjadi salah satu pelopor penerapan sistem bioflok di area pemukiman warga. Ia pun mengapresiasi semangat para pengurus dan anggota kelompok tani yang terus belajar serta mengembangkan metode tersebut.

‎"Kami bersyukur karena pengurus Poktan dan warga memiliki semangat tinggi untuk mempelajari sekaligus mengembangkan sistem bioflok ini," terangnya.

‎Sementara itu, Pengelola Poktan New Puspita Makmur, Piet Jon Christian, memaparkan bahwa sistem bioflok dipilih karena lokasi kolam berada di kawasan pemukiman padat penduduk. "Metode ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau," bebernya.

‎Ia menambahkan, dalam sistem bioflok, limbah dan kotoran ikan diolah kembali menjadi flok atau gumpalan nutrisi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan. Dengan begitu, tidak ada penumpukan kotoran di dalam kolam.

‎"Sistem ini tidak memerlukan pembuangan atau pengurasan air secara berkala, serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Sebab, sistem bioflok bekerja terus-menerus selama 24 jam," tandas Piet. (rtm)