Prakata.com – Wacana mengenai penyesuaian tarif Transjakarta kembali mencuat di tengah tingginya kebutuhan pendanaan untuk transportasi umum di ibu kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai perlu mempertimbangkan langkah ini guna meringankan beban subsidi dari APBD sekaligus memastikan layanan tetap berkelanjutan.
Armada bus Transjakarta.
Pengamat kebijakan perkotaan, Zulfikar Marikar, menilai bahwa rencana penyesuaian tarif merupakan hal yang wajar untuk dikaji. Sebab, sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2005, tarif Transjakarta masih bertahan di angka Rp3.500. Kondisi ini menjadikan Transjakarta sebagai salah satu moda transportasi publik termurah dibandingkan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara.
"Sudah lebih dari dua dekade tarif Transjakarta tidak mengalami penyesuaian. Sementara itu, biaya operasional terus merangkak naik dan kualitas layanan pun terus kami tingkatkan," ujar Zulfikar dalam pernyataannya, Rabu (10/6/2026).
Ia memaparkan bahwa biaya operasional Transjakarta kian membengkak seiring dengan perluasan jangkauan layanan, penambahan armada, integrasi antarmoda, hingga pengembangan sistem pembayaran digital. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya harus menggelontorkan subsidi besar-besaran untuk menopang operasional.
"Dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026, subsidi yang dialokasikan untuk Transjakarta mencapai Rp3,75 triliun. Angka ini setara dengan 4,6 persen dari total APBD yang sebesar Rp81,32 triliun," jelasnya.
Zulfikar menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, layanan Transjakarta telah menunjukkan peningkatan signifikan. Mulai dari penambahan koridor, armada ramah lingkungan, hingga penguatan integrasi, semuanya turut mendorong peningkatan jumlah penumpang. Bahkan, berdasarkan survei internasional Time Out pada 2025, sistem transportasi Jakarta berhasil menduduki peringkat ke-17 dunia.
"Dengan capaian ini, terlihat jelas adanya peningkatan kualitas layanan transportasi publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuhnya.
Saat ini, Transjakarta melayani sekitar 1,4 juta penumpang setiap harinya. Angka tersebut menunjukkan bahwa Transjakarta bukan lagi sekadar moda transportasi alternatif, melainkan telah menjadi kebutuhan utama mobilitas warga Jakarta. Tak hanya di dalam kota, Transjakarta juga mengoperasikan rute antarkota melalui layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, dan Tangerang Selatan.
"Perluasan jaringan ini kian memperkuat posisi Transjakarta sebagai tulang punggung transportasi publik di kawasan metropolitan. Namun di sisi lain, hal ini juga turut meningkatkan kebutuhan pembiayaan operasional," terang Zulfikar.
Dengan peningkatan kualitas layanan dan tingginya jumlah pengguna, Zulfikar menilai bahwa penyesuaian tarif secara bertahap dan terukur layak untuk dipertimbangkan. Ia menekankan bahwa langkah tersebut perlu dilihat sebagai upaya menjaga keberlanjutan layanan dan memperkuat fiskal daerah, bukan sekadar sebagai beban tambahan bagi masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini harus tetap memperhatikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, layanan gratis bagi 15 kelompok masyarakat sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 perlu dipertahankan agar subsidi tepat sasaran.
"Semakin besar porsi APBD yang digunakan untuk subsidi operasional, semakin sempit pula ruang fiskal untuk sektor strategis lainnya seperti pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, dan infrastruktur," tegasnya.
Zulfikar menutup pernyataannya bahwa Jakarta membutuhkan sistem transportasi publik yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga sehat secara finansial, modern, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas jangka panjang.
"Karena itu, rencana penyesuaian tarif Transjakarta layak dikaji secara serius dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, kualitas layanan, dan keberlanjutan fiskal daerah. Pembahasannya pun harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan disertai sosialisasi yang memadai agar masyarakat memahami urgensi kebijakan tersebut," tandasnya. (rtm)
Dua Dekade Tak Pernah Naik, Tarif Transjakarta Rp3.500 Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Renggo
... menit baca
Dengarkan
Sebelumnya
...
Selanjutnya
...
