Prakata.com – DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat menggelar diskusi politik internal dan pendidikan politik di Kota Bekasi pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan mengonsolidasikan program partai berdasarkan instruksi DPD dan DPP.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menyatakan bahwa salah satu agenda utama adalah menyikapi bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno. DPP menginstruksikan DPC untuk menyusun berbagai kegiatan seperti diskusi, seminar, dan lomba yang melibatkan masyarakat.
"Spirit Bung Karno harus hadir di tengah masyarakat menghadapi situasi yang sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Selain itu, instruksi kedua adalah evaluasi APBD Kota Bekasi dengan menghapus program yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan masyarakat, seperti kunjungan kerja dan studi banding.
Dana dialihkan untuk program penguatan ekonomi rakyat di tengah tekanan kenaikan dolar, inflasi, dan harga bahan pokok.
Instruksi ketiga, kata Ono, adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai, tomat, dan komoditas lain guna mengurangi beban masyarakat, mengingat harga cabai tembus Rp70.000 per kilogram.
PDI Perjuangan juga menargetkan pembentukan PAC, ranting, dan anak ranting di seluruh kecamatan dan kelurahan hingga tingkat RW selesai pada Juni ini.
"Kami akan bagikan SK DPD untuk 12 PAC, lalu DPC bagikan SK ranting dan anak ranting. Jika lengkap, tiga instrumen partai, struktural, legislatif, dan kepala daerah bisa membantu rakyat di tengah kesulitan," tegas Ono.
Kegiatan ini turut dihadiri Wasekjen PDI Perjuangan Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, dan para Anggota DRPD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan. (gud)


