Menembus Laut Jakarta, 49 Hewan Kurban Dikirim ke 11 Pulau untuk Perayaan Iduladha - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Menembus Laut Jakarta, 49 Hewan Kurban Dikirim ke 11 Pulau untuk Perayaan Iduladha

Pengiriman hewan kurban di kepulauan seribu.
Prakata.com – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mulai mendistribusikan 49 ekor hewan kurban yang ditujukan ke 11 pulau berpenduduk. Rinciannya, sebanyak 34 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

Hewan kurban tersebut diberangkatkan menggunakan kapal kayu tradisional dari Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada hari ini, Seni (25/5/2026).

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengungkapkan bahwa pendistribusian hewan kurban di wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis yang unik karena harus menempuh perjalanan laut. Oleh karena itu, persiapan transportasi dilakukan lebih awal agar hewan tiba tepat waktu di lokasi tujuan.

“Kami mendistribusikan hewan kurban dari daratan ini lebih awal menggunakan kapal sesuai dengan tujuan masing-masing. Tahun ini terjadi peningkatan jumlah hewan kurban, yaitu 34 sapi dan 15 kambing atau domba yang siap kami kirim,” ujarnya.

Fadjar memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang didistribusikan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat oleh tim dokter hewan. Hal ini guna memastikan bahwa hewan-hewan tersebut terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Saya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Semua hewan kurban dinyatakan lolos pemeriksaan fisik maupun administrasi. Kondisinya sehat dan layak untuk kurban,” jelasnya.

Menurutnya, momen Iduladha menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Selain bernilai ibadah, pembagian daging kurban juga turut membantu memenuhi kebutuhan gizi warga yang sehari-hari lebih banyak mengonsumsi ikan.

“Warga di pulau hampir setiap hari makan ikan. Dengan adanya kurban ini, masyarakat mendapatkan variasi menu dan tambahan gizi dari daging sapi atau kambing,” ungkap Fadjar.

Ia pun mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, baik dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR, maupun panitia kurban yang membantu kelancaran distribusi hingga ke pulau-pulau.

Fadjar juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah hasil penyembelihan hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan laut dan menimbulkan masalah kesehatan.

“Saya berpesan agar limbah kurban dikelola dengan baik, jangan dibuang ke laut. Koordinasikan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di masing-masing wilayah untuk teknis penanganannya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Nurliati, menambahkan bahwa pihaknya menerjunkan 60 petugas untuk mengawal kesehatan hewan kurban. Petugas tersebut terdiri atas personel internal serta dibantu oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu antemortem (sebelum penyembelihan) dan post-mortem (setelah penyembelihan). Langkah ini diambil untuk memastikan daging kurban memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Setiap pulau sudah memiliki tim yang siaga. Mereka akan melakukan pemeriksaan ulang saat hewan tiba, sebelum penyembelihan, hingga pemeriksaan daging setelah disembelih sebelum dibagikan kepada warga,” tegas Nurliati. (rtm)