![]() |
| Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. |
Kegiatan ini akan digelar secara berkala setiap pekan,
tepatnya pada hari Minggu, dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Seluruh jajaran
kewilayahan dan perangkat daerah akan terlibat dalam pelaksanaannya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program
ini bukanlah sekadar aksi gotong royong biasa, melainkan sebuah gerakan
kolektif yang dirancang untuk membudayakan kepedulian terhadap lingkungan di
kalangan masyarakat.
"Ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan
kesadaran kita semua. Bukan hanya pemerintah, warga pun harus aktif ambil
bagian dalam menjaga kebersihan kota," ujar Farhan saat berbicara di Plaza
Balai Kota Bandung, pada Rabu (22/4/2026).
Farhan menjelaskan, kegiatan "Sasapu Bandung" akan
melibatkan para camat serta lurah beserta jajaran di wilayahnya masing-masing.
Tak hanya itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan
diikutsertakan secara bergantian.
Ia menilai, pelibatan berbagai lintas sektor ini sangat
krusial untuk memastikan program berjalan dengan konsisten dan mampu memberikan
dampak nyata terhadap kondisi lingkungan perkotaan.
"Semua akan mendapatkan giliran. Ini adalah tanggung
jawab kita bersama, bukan semata-mata tanggung jawab satu pihak saja,"
tegasnya.
Program ini selaras dengan arahan kebijakan pemerintah pusat
yang bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri. Pemkot
Bandung pun mendorong agar gerakan ini dapat menjadi kebiasaan sehari-hari
warga, bukan hanya sekadar acara seremonial.
Lebih jauh, Farhan berpendapat bahwa permasalahan kebersihan
kota tidak akan terselesaikan hanya melalui pendekatan struktural semata,
tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku.
"Kami ingin membangun kesadaran dari dalam hati, bahwa
menjaga kebersihan adalah kewajiban bersama. Kota yang bersih akan berdampak
langsung pada kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,"
katanya.
Melalui program "Sasapu Bandung", Pemkot Bandung berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat ruang publik, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan. (ziz/rtm)


