![]() |
| Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat meninjau lokasi kebakaran di Cimuning, Kamis (2/4/2026). |
Prakata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan seluruh korban kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, mendapat penanganan medis yang komprehensif. Langkah ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah daerah atas musibah yang terjadi pada Rabu malam (01/04/2026).
Tak hanya itu, pemkot juga menjamin bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban akan ditanggung sepenuhnya, baik melalui BPJS Kesehatan maupun skema pembiayaan lainnya.
Insiden kebakaran tersebut diduga bersumber dari kebocoran gas saat proses pengisian tabung, yang kemudian memicu api dan mengakibatkan kerusakan di kawasan sekitar.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengungkapkan bahwa peristiwa ini berdampak luas, termasuk terhadap pemukiman warga di sekitar lokasi.
"Dampaknya, sejumlah rumah warga di sini terkena imbas, dan korban mencapai hampir 14 orang," ujar Wakil Wali Kota Bekasi saat meninjau lokasi kejadian, Kamis (02/04/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun beberapa orang mengalami luka bakar serius, bahkan hingga mencapai 90 persen.
"Para korban telah kami evakuasi ke rumah sakit tipe A, baik di RSUD Chasbullah maupun rujukan ke RS Cipto Mangunkusumo, agar mendapatkan penanganan yang optimal," katanya.
Pemkot Bekasi, lanjutnya, akan memastikan seluruh korban mendapat pelayanan terbaik hingga masa pemulihan selesai.
"Ini adalah musibah yang tidak bisa diprediksi. Insya Allah semua korban akan menjadi tanggungan Pemerintah Kota Bekasi," tegasnya.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menyebutkan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima pada pukul 21.08 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan bahwa petugas segera dikerahkan ke lokasi begitu laporan masuk.
"Dengan adanya kejadian ini, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan proses pemadaman api," jelasnya.
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang berpotensi memicu ledakan susulan, mengingat lokasi merupakan area pengisian gas.
"Karena lokasi kejadian adalah tempat pengisian gas yang rawan terhadap bahan-bahan mudah meledak," ujarnya.
Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa kebakaran dipicu kebocoran gas saat proses pengisian ke tabung utama. Akibatnya, area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi terdampak.
Sejumlah korban, termasuk warga sekitar, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali setelah api berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB.
"Dengan api yang berhasil dipadamkan pada pukul 03.45 WIB, kini sedang dilakukan proses pendinginan lebih lanjut agar tidak menimbulkan percikan api kembali," pungkas Heryanto.
Pemkot Bekasi pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menunggu hasil investigasi lanjutan guna memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut. (Gud)


