‎Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal Dunia - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal Dunia

Kondisi KRL sesaat setelah kecelakaan di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Prakata.com - Kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini mengakibatkan 7 orang penumpang KRL meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, serta RS Hermina.

‎Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

‎"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik," ujar Anne Purba.

‎Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi menuju Stasiun Gambir menggunakan layanan bus yang disediakan KAI.

‎Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa insiden bermula ketika KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang menabrak sebuah taksi listrik di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, sekitar pukul 20.40 WIB.

‎Temperan dengan mobil taksi tersebut menyebabkan KRL berhenti mendadak di lintasan. Namun, dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi yang sedang melaju tidak dapat menghentikan lajunya hingga akhirnya menghantam rangkaian KRL dari belakang.

‎Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek diketahui menghantam gerbong khusus perempuan yang berada di rangkaian paling belakang KRL, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian tersebut.

‎Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi yang turut memantau proses evakuasi menyatakan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan korban.

‎"Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam," ujar Menhub.

‎Pasca insiden, KAI menutup sementara layanan penumpang di Stasiun Bekasi Timur dan menonaktifkan aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur . Layanan KRL hanya dioperasikan sampai Stasiun Bekasi sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut.

‎Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan. Sebanyak 13 perjalanan KA jarak jauh pada Senin (27/4/2026) dan 13 perjalanan pada Selasa (28/4/2026) dibatalkan.

‎KAI memberikan kebijakan pengembalian bea tiket secara penuh bagi pelanggan terdampak pembatalan perjalanan hingga tujuh hari ke depan.

‎Per pukul 01.04 WIB dini hari, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah dapat dilalui kembali untuk perjalanan kereta api, sementara jalur hulu masih dalam proses evakuasi dan penanganan.

‎Pihak terkait, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini. (gud)