![]() |
| Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 BPS DKI Jakarta bersama Dinas PPKUKM, Rabu (22/4/2026). |
Prakata.com
– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta resmi
meluncurkan kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026. Acara yang
bertujuan "menyediakan data ekonomi yang lengkap dan akurat" ini
digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026).
Kegiatan
yang melibatkan ratusan pelaku usaha sektor industri tersebut menjadi ajang
perdana di Jakarta dalam rangkaian agenda Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS
Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa data hasil sensus ini akan
menjadi fondasi bagi transformasi Jakarta menuju kota global sekaligus
meningkatkan daya saing. "Sensus ekonomi akan menyediakan data ekonomi
yang lengkap dan akurat untuk mengukur dan memetakan daya saing global
Jakarta," ujar Kadarmanto.
Ia
menambahkan, sektor industri pengolahan merupakan kontributor ekonomi terbesar
kedua di ibu kota setelah sektor perdagangan. Oleh karena itu, partisipasi
pelaku industri dalam pendataan sensus ekonomi sangat krusial sebagai landasan
kebijakan arah pembangunan. "Nanti sensus ekonomi harapannya dapat
menghasilkan data perekonomian desa hingga wilayah sampai terkecil. Jadi kita
bisa lihat nanti di Jakarta ini yang paling menggeliat ekonomi di mana
saja," jelasnya.
Kadarmanto
juga menyampaikan bahwa sensus ekonomi diselenggarakan untuk mendukung peran
Jakarta sebagai pusat bisnis nasional maupun internasional. Adapun kegiatan
Ngibar (Ngisi Bareng) sendiri digelar guna meningkatkan efisiensi pengumpulan
data yang lengkap dan akurat. Dengan metode ini, para pelaku usaha mendapat
pendampingan langsung dari tim BPS dan Dinas PPKUKM untuk mengisi data secara
mandiri melalui tautan internal yang terhubung langsung ke server pusat BPS RI.
"Kalau
di DKI dimulai dari usaha-usaha yang paling mendominasi DKI khususnya yang
sekarang ini penting karena kita ingin memajukan tentang perusahaan
industri," lanjutnya.
BPS
mencatat terdapat sekitar 1,4 juta perusahaan dalam Statistical Business
Register (SBR) di DKI Jakarta yang akan didata. Bagi pelaku usaha yang tidak
mengikuti kegiatan Ngibar, petugas BPS akan melakukan aksi jemput bola melalui
pendataan door-to-door. "Itu nanti dimulainya adalah 15 Juni sampai dengan
31 Agustus. Kita akan kerahkan saat ini hampir lebih dari 1.000 petugas nanti
akan dikirim ke seluruh RT yang ada di Jakarta," ujar dia.
Sementara
itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Juanda Permana Jaya,
menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan Pemprov DKI Jakarta
terhadap program pemerintah pusat. "Kegiatan ini dilaksanakan sebagai
bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan Sensus
Ekonomi 2026 dengan melibatkan perusahaan industri yang memiliki peran yang
sangat strategis bagi perekonomian Jakarta," tegasnya.
Juanda juga menyampaikan bahwa partisipasi aktif para pimpinan perusahaan industri besar maupun menengah di Jakarta bukan hanya sekadar kewajiban dalam pendataan, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam membangun Jakarta. Kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 berlangsung pada 22-23 April 2026 dan dihadiri sekitar 300 perusahaan industri di Jakarta yang terbagi dalam empat sesi kehadiran. (Rtm)


