![]() |
| Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, dr. Johny Timbul Pardomuan. |
Prakata.com – Semangat belajar rupanya tak mengenal usia. Hal ini dibuktikan oleh 101 lanjut usia (lansia) dari komunitas Umat Katolik se-Kota Bekasi yang dengan antusias mengikuti kegiatan Sekolah Lansia di Gereja Kalvari, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program "Sekolah Lansia Kasih untuk Negeri" yang kini telah memasuki pertemuan ketiga sejak digelar perdana pada Januari lalu.
Sekolah Lansia di Gereja Kalvari hanyalah satu dari tujuh titik lokasi belajar yang tersebar di berbagai tempat. Kelas-kelas lainnya berlokasi di Santa Clara, Petolomeus, Arnoldus, dan sejumlah titik lain yang semuanya dikoordinasi langsung oleh Kepala Sekolah Lansia Kasih untuk Negeri.
Pada pertemuan kali ini, para peserta mendapat materi khusus mengenai kesehatan otak. Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, dr. Johny Timbul Pardomuan. Ia memberikan paparan mendalam seputar kesehatan kognitif dan berbagai gangguannya, dengan sorotan utama pada penyakit demensia atau pikun.
"Pertemuan ketiga ini kami mengangkat tema kognitif dan gangguannya, termasuk demensia. Harapannya, materi ini bisa menjadi bekal bagi para lansia agar lebih paham pentingnya menjaga asupan makanan, kesehatan, dan pola tidur di usia senja. Semua itu krusial agar fungsi otak tidak cepat menurun," jelas Johny.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pembekalan ini dirancang untuk mewujudkan lansia yang masuk dalam kategori smart, sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Target tersebut sejalan dengan konsep tujuh dimensi lansia tangguh yang diusung pemerintah.
"Cita-cita kami di DPPKB, para lansia ini tidak menjadi beban keluarga atau negara. Justru sebaliknya, mereka harus tetap berdaya guna. Program ini juga mendukung target Wali Kota Bekasi yang ingin mewisuda minimal 3.000 lansia tahun ini, dengan jenjang standar 1, 2, dan 3," tambahnya.
Johny pun mengapresiasi tingginya animo masyarakat terhadap program ini. Jika pada awal pendaftaran tercatat 514 orang, kini jumlah siswa telah melonjak menjadi 600 orang.
"Peminatnya sangat banyak, terbukti dari lonjakan jumlah peserta. Ke depannya, kami berharap program ini bisa mendapatkan dukungan pendanaan yang lebih memadai dari Pemerintah Kota Bekasi. Sebab, saat ini kegiatannya masih bersifat non-budgeter dan baru sebatas mendapat dukungan penyediaan snack," ungkapnya.
Dengan adanya antusiasme dan dukungan terhadap Sekolah Lansia ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis pembinaan terhadap warga senior dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak lagi lansia di masa mendatang. (Gud)


