Pramono Anung Aduk Dodol Betawi, Janjikan Modernisasi Tanpa Hilangkan Tradisi - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Pramono Anung Aduk Dodol Betawi, Janjikan Modernisasi Tanpa Hilangkan Tradisi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kanan) saat mengaduk dodol di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Prakata.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian kuliner khas Betawi dengan mengunjungi sentra produksi Dodol Betawi Nyak Mai di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026) siang.

Kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu bukan sekadar inspeksi biasa. Dengan mengenakan pakaian kasual, Pramono ikut serta dalam proses pembuatan dodol dengan mengaduk adonan di wajan besar berukuran raksasa. Dalam momen tersebut, ia merasakan langsung beratnya proses memasak dodol yang memakan waktu hingga 10 jam.

“Barusan saya diundang dan ikut mengaduk dodol, ternyata tidak ringan. Namun saya sangat terkesan, karena dodol ini bagi warga Betawi sebenarnya bagian dari konsep gotong royong,” ujar Pramono di sela-sela kunjungan.

Dalam lawatannya, Pramono didampingi oleh tokoh terkemuka Betawi, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh pemilik usaha yang merupakan generasi kedua penerus Dodol Nyak Mai.

Pria yang akrab disapa Pram itu mengaku sudah tidak asing dengan produk Dodol Nyak Mai. Ia menilai cita rasanya nikmat dengan tekstur kenyal yang khas. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pramono berencana menjadikan dodol Betawi sebagai hidangan wajib dalam berbagai agenda resmi di Balai Kota Jakarta.

Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya inovasi tanpa meninggalkan nilai tradisional. Ia berjanji akan memfasilitasi modernisasi alat produksi agar proses pembuatan lebih efisien, namun tetap menjaga keaslian rasa.

“Saya merasa inilah kuliner tradisional yang harus kita perbaiki. Kita lakukan kemasan yang lebih menarik, modernisasi alat, tapi tidak menghilangkan ciri khas tradisional yang ada di tempat ini,” tegasnya.

Kunjungan ke Jagakarsa ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. Pramono menegaskan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, budaya Betawi kini telah menjadi fondasi utama dalam pembangunan budaya di Jakarta.

“Dengan kemasan yang lebih menarik, saya harap siapa pun yang berkunjung ke Jakarta akan tertarik untuk mencoba Dodol Nyak Mai ini,” pungkas Pramono. (Rtm)