Jasa Marga Siap Kawal Arus Mudik Lebaran 2026 dengan Empat Ruas Tol Fungsional Baru - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Jasa Marga Siap Kawal Arus Mudik Lebaran 2026 dengan Empat Ruas Tol Fungsional Baru

Gedung PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Prakata.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan torehan kinerja keuangan yang impresif dan berkelanjutan. Emiten BUMN infrastruktur jalan tol ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini ditopang oleh pendapatan tol yang mencapai Rp18,2 triliun serta kontribusi dari pendapatan usaha lain senilai Rp1,6 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Perseroan juga meningkat menjadi Rp13,3 triliun. Dengan capaian tersebut, Jasa Marga berhasil mempertahankan EBITDA Margin yang tangguh di level 67,0%. Alhasil, laba inti (core profit) perusahaan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa stabilitas laba inti ini merupakan hasil kombinasi dari pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, serta keberhasilan perusahaan dalam menekan beban keuangan secara konsolidasi hingga 10,5% (yoy).

“Laba inti dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil. Ini didukung pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada Kuartal IV-2024,” ungkap Rivan, Selasa (3/3/2026).

Aksi korporasi yang digarap pada 2024 lalu dengan menggandeng mitra strategis di JTT, di mana Jasa Marga tetap menjadi pengendali utama dengan porsi saham 65%, terbukti ampuh memperkuat kapasitas keuangan dan fleksibilitas pendanaan perusahaan. “Yang bertumbuh konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, dan EBITDA. Ini menandakan fundamental bisnis kami stabil dan resilien,” tambahnya.

Perbaikan struktur keuangan ini juga tercermin pada rasio solvabilitas yang semakin sehat. Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,7x, sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) terjaga di level 1,2x. Hal ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah agresivitas ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru.

Sebagai pemimpin pasar (market leader) industri jalan tol nasional, Jasa Marga saat ini mengelola konsesi sepanjang 1.736 KM, dengan 1.294 KM di antaranya telah beroperasi. Angka ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia. Dari sisi operasional, total volume transaksi di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,3 miliar kendaraan sepanjang 2025, tumbuh 0,35% yoy, dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebesar 3,58 juta kendaraan.

Pada tahun 2025, Perseroan gencar melanjutkan pembangunan sejumlah ruas strategis seperti Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban.

Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, empat dari lima ruas tol tersebut tengah dipersiapkan untuk beroperasi secara fungsional tanpa tarif guna mendukung kelancaran distribusi lalu lintas. Selain itu, Jasa Marga juga meningkatkan kesiapan operasional dengan menjaga kualitas perkerasan jalan, menambah personel dan kendaraan operasional, serta memaksimalkan layanan digital melalui Jasa Marga Tollroad Command Center dan aplikasi Travoy. Layanan di rest area Travoy dan fasilitas lainnya juga ditingkatkan untuk kenyamanan pemudik.

Melihat ke depan, Jasa Marga optimistis kinerja di tahun 2026 akan lebih cerah dengan menjalankan sejumlah inisiatif strategis. Fokus perusahaan adalah menjaga pertumbuhan kinerja dan kesehatan finansial melalui optimalisasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol sesuai rencana.

"Dengan struktur keuangan yang semakin kokoh, beban keuangan yang menurun, dan kinerja operasional yang solid, kami optimistis dapat terus mempertahankan posisi sebagai market leader dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Rivan. (Rtm)