![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti, menerima proposal berisi aspirasi dari warga RW 19 Jakasampurna dalam reses pertama tahun 2026. |
Prakata.com – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yenny Kristianti, menggelar kegiatan jaring aspirasi bersama warga RW 19 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, pada Kamis (12/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait peningkatan frekuensi banjir yang dinilai semakin parah dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua RW 19 Jakasampurna, Yanto, mengungkapkan bahwa kondisi banjir di wilayahnya jauh berbeda dibandingkan masa sebelum kawasan perumahan Kota Bintang dibangun. Menurutnya, dulu banjir hanya terjadi lima tahun sekali, namun kini banjir bisa melanda hingga puluhan kali dalam setahun.
“Dulu banjir, yang pasti banjir. Sekarang tuh banjir lebih parah. Kalau dulu, sebelum Kota Bintang dibangun, itu banjir 5 tahun sekali. Jadi, setahun tuh nggak banjir. Kalau sekarang setahun tuh bisa 5–10 kali banjir. Setiap hujan pasti banjir. Saya nih, bulan Januari ini sampai Februari ini udah 4 kali banjir,” ujar Yanto di hadapan Yenny Kristianti.
Yanto juga menyoroti sejumlah janji dari pihak pengembang Kota Bintang yang hingga kini belum direalisasikan, seperti pembangunan polder atau penampungan air untuk warga terdampak. Ia mendesak agar aliran Kali Cakung dinormalisasi dan diperbesar, bukan justru menyempit akibat urukan dan puing-puing bangunan.
“Saya sih mintanya, dulu kan pernah janji dari pihak Kota Bintang itu mau bikin polder atau penampungan air khusus untuk warga sekitar yang terdampak banjir. Artinya, air yang dari katulampa itu kan lewatnya sini, ke Kali Cakung. Jadi apabila penuh, ya ke situ dulu ke polder."
"Jadi enggak langsung dampaknya ke warga. Minimal ya kalinya digedein atau dinormalisasi. Kalau sekarang kan malah ada pengurukan, malah dikecilin kalinya. Jadi ada orang yang buang puing ke situ, kalinya itu malah ketutup. Saya minta normalisasi kalinya, sekalian polder,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Yenny Kristianti menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga secara kelembagaan. Ia berkomitmen membawa persoalan ini ke Komisi II DPRD Kota Bekasi untuk dilakukan audiensi dan koordinasi lintas sektor.
“Saya akan membawa aspirasi soal Kota Bintang ini ke Komisi II DPRD Kota Bekasi untuk kemudian melakukan audiensi dan berkoordinasi mencari solusi banjir di wilayah tersebut,” kata Yenny yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi ini.
Kegiatan jaring aspirasi ini merupakan bagian dari agenda reses atau penyerapan aspirasi yang rutin dilakukan anggota dewan guna mendengar langsung persoalan yang dihadapi konstituen di daerah pemilihannya. (Gud)


