Apresiasi Rotasi-Mutasi oleh Wali Kota, Tapi Ketua DPRD Kota Bekasi Kritisi Pengangkatan Kepsek Belum Dilakukan - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Apresiasi Rotasi-Mutasi oleh Wali Kota, Tapi Ketua DPRD Kota Bekasi Kritisi Pengangkatan Kepsek Belum Dilakukan


Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi (dua dari kiri) menyaksikan langsung proses mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekais, Jumat (6/2/2026).
Prakata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi baru saja melaksanakan perombakan struktural besar-besaran dengan memutasikan dan merotasi 44 pejabat eselon III dan IV, serta melantik 17 Kepala UPTD Puskesmas. Namun, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyoroti adanya kekosongan jabatan lain yang dinilai mendesak untuk segera diisi, yakni kepala sekolah.

Meski mendukung prinsip mutasi yang dilakukan, Ketua DPRD Sardi Efendi mengkritisi belum dilantiknya para calon kepala sekolah yang posisinya banyak lowong. Padahal, menurutnya, proses seperti diklat telah diikuti oleh para calon.

"Wali kota dalam membuat kebijakan mutasi saat ini sudah berdasarkan talenta dan prestasi, saya lihat muka-mukanya orang yang bekerja, dan mayoritas tenaga medis yang ada di Puskesmas, ada juga Kapus. Tentunya ini menguatkan pelayanan kesehatan termasuk juga RSUD adanya perbaikan-perbaikan sisi keuangannya. Kita berharap dapat memenuhi harapan," kata Sardi, kepada Prakata.com, Sabtu (7/2/2026).

Namun, ia melanjutkan, bahwa masih banyak kepala sekolah yang belum diangkat, padahal sudah lulus diklat. Maka pengangkatan kepala sekolah dinilainya sangat penting dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan di sekolah.

"Justru untuk calon kepsek (kepala sekolah) yang belum diangkat sudah ikut diklat, kita meminta wali kota segera mengangkat sebelum pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun ini dimulai, karena banyak yang kosong, sekolah diisi oleh Plt. kepsek yang membuat tidak kondusif," ungkapnya.

Kritik Sardi menyoroti dampak praktis dari kekosongan jabatan kepala sekolah yang hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt.). Kondisi ini dinilai dapat menciptakan ketidakkondusifan di lingkungan sekolah, terutama menyambut periode penerimaan murid baru.

Seperti diketahui, pelantikan massal untuk pejabat eselon III, IV, dan Kepala Puskesmas tersebut digelar pada Jumat (6/2/2026). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan langkah ini sebagai bagian dari strategi mengisi kekosongan jabatan, menyegarkan organisasi, dan meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. (Gud)