Warga Curhat Banjir dan Jalan Rusak di Reses DPRD, Ii Marlina: Akan Kami Kawal Sampai 2027 - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Warga Curhat Banjir dan Jalan Rusak di Reses DPRD, Ii Marlina: Akan Kami Kawal Sampai 2027

Foto bersama kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Ii Marlina.
Prakata.com - Suasana Warung Kopi Oyot di Jalan Buana Raya, Bekasi, Jumat (13/02/2026) mendadak berubah menjadi ruang curhat kolektif. Bukan sekadar ngopi, warga Dapil 4 justru komplain soal banjir tahunan hingga jalan lingkungan yang menua di hadapan anggota DPRD Kota Bekasi, Ii Marlina.

Reses yang digelar legislator dari Fraksi PKS itu benar-benar tanpa sekat. Di bawah spanduk sederhana, warga dari Pondok Melati, Jatisampurna, hingga Jatiasih duduk berdampingan menyampaikan aspirasinya. Mulai dari drainase perbatasan yang tak kunjung terealisasi, saluran air tersumbat, hingga fasilitas sosial yang tak merata.

"Kami datang bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk mencatat dan mengawal. Aspirasi ini akan dibawa dalam pembahasan anggaran. Prosesnya memang bertahap, tapi bukan berarti berhenti," tegas Ii Marlina di hadapan warga.

Yang menarik, warga tak hanya pandai mengkritik. Semangat gotong royong pun terlihat. Beberapa tokoh masyarakat mengaku warganya sampai patungan untuk menyambung saluran yang terputus. Namun mereka berharap, ke depan pemerintah bisa lebih hadir.

Tokoh masyarakat Heri Koswara yang turut hadir menegaskan bahwa reses adalah jembatan antara suara warga dan kebijakan. "Di sinilah wakil rakyat mendengar langsung kebutuhan tiap RT dan RW," ujarnya.

Namun, ada satu analogi yang mengundang gelak tawa sekaligus refleksi dari Heri Koswara. Ia mengibaratkan kapasitas anggota dewan seperti kendaraan dengan "cc kecil", sementara eksekutif memiliki "cc besar" dalam menentukan laju program pembangunan.

"Jadi mohon dimaklumi kalau realisasi dicicil di 2025, 2026, sampai 2027. Bukan tidak diperjuangkan, tapi memang mekanismenya begitu," jelas mantan Calon Wali Kota Bekasi 2024 itu.

Meski realisasi bertahap, Ii Marlina memastikan semua catatan aspirasi tak akan hilang di meja administrasi. Ia pun meminta masyarakat aktif mengawal usulan, terutama terkait evaluasi dana lingkungan di tingkat RW agar benar-benar berdampak nyata.

Menjelang Ramadan, pertemuan yang awalnya serius berakhir hangat dengan doa dan canda. Bagi warga, ukuran keberhasilan reses bukan pada banyaknya aspirasi dicatat, melainkan berapa yang benar-benar terwujud di lingkungan mereka. (Gud)