Melihat Pemerintahan Prabowo Secara Objektif, Stabilitas Ekonomi hingga Program Kerakyatan - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Melihat Pemerintahan Prabowo Secara Objektif, Stabilitas Ekonomi hingga Program Kerakyatan

Konsultan ISO dan SKKNI, R. Iwan Rahmat Leksonoputra.
Prakata.com – Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah capaian strategis di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, dan transisi energi menjadi catatan penting dalam laporan kinerja pemerintah hingga April 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan progres signifikan pada program-program prioritas nasional.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat telah menyalurkan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan kepada 31 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sebanyak 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun untuk mendukung distribusi program tersebut.

Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah melakukan terobosan melalui penghapusan utang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan prioritas pada petani dan nelayan. Langkah ini dinilai mampu mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.

Sementara itu, kesejahteraan tenaga pendidik mengalami peningkatan melalui kebijakan kenaikan gaji guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta penambahan tunjangan profesi bagi guru non-ASN.

Dalam aspek industrialisasi hijau, pemerintah telah meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik dan terus memacu transisi energi bersih dengan target produksi massal kendaraan listrik pada tahun 2028.

Stabilitas ekonomi nasional juga tetap terjaga di tengah gejolak perekonomian global. Upah Minimum Provinsi (UMP) rata-rata nasional naik sebesar 6,5 persen. Dari sisi diplomasi perdagangan, Indonesia berhasil merampungkan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa dan Kanada.

Pemerintah juga mengklaim pencapaian produksi beras dan jagung tertinggi dalam sejarah sebagai wujud keberhasilan program ketahanan pangan. Sementara itu, kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 10 persen serta optimalisasi anggaran untuk sektor produktif turut melengkapi daftar capaian.

Meskipun demikian, terdapat catatan dari sejumlah pihak yang mendorong agar pemerintah terus meningkatkan upaya perlindungan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

Menanggapi berbagai capaian tersebut, Konsultan ISO dan SKKNI, R. Iwan Rahmat Leksonoputra mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kinerja pemerintah secara objektif dan bersatu mendukung keberlanjutan program pembangunan.

"Kalau ada yang bilang jatuhkan Prabowo, kita lihat dulu keberhasilan kepemimpinan Pak Prabowo," ujar R. Iwan Rahmat Leksonoputra saat dimintai tanggapannya.

Ia menegaskan bahwa data dan fakta di lapangan menunjukkan arah pembangunan yang positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Mari kita bersatu untuk mendukung seluruh program dari Presiden kita Pak Prabowo," pungkasnya.

Dengan fondasi capaian di tahun pertama yang telah memasuki fase kedua ini, pemerintahan Prabowo Subianto diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjawab tantangan-tantangan strategis yang masih memerlukan perhatian bersama. (Gud)