Suara Hati Gereja di Timika: Tolong Jaga Papua, Jangan Pecah Belah - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Suara Hati Gereja di Timika: Tolong Jaga Papua, Jangan Pecah Belah

Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Iryne Everdin Samola, S.Th.

Prakata.com - Suasana haru dan penuh harap menyelimuti halaman Gereja GKI Marten Luther di Timika, Minggu (8/2/2026). Di tengah jemaat yang berkumpul, seruan lantang terdengar mengajak semua pihak menjaga tanah Papua agar tetap aman, rukun, dan bersatu.

Seruan itu disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Iryne Everdin Samola, S.Th., dalam sebuah kesaksian iman yang dihadiri juga oleh personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Dengan penuh ketegasan, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat membangun toleransi dan merawat perdamaian.

“Kondusifitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tugas kita semua,” tegas Pdt. Iryne. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendekatan dialog dan kekeluargaan yang dilakukan Satgas Damai Cartenz dalam menjalankan tugas.

“Kami melihat sendiri sikap personel yang menghormati adat dan dekat dengan warga. Pendekatan seperti ini yang membangun rasa aman,” ujarnya di hadapan umat.

Dalam pesannya, Pdt. Iryne mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, menjaga persatuan sesama orang Papua jauh lebih penting daripada terpecah oleh isu.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh personel Satgas Damai Cartenz Pos Timika, yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai tokoh di Mimika. Kehadiran mereka tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan kedamaian.

“Pesan perdamaian dari rumah ibadah memiliki daya tenang yang kuat bagi masyarakat. Ini sesuai dengan esensi pendekatan humanis operasi kami,” jelas Faizal.

Sementara Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa dukungan dari tokoh agama memberikan semangat tambahan bagi personel di lapangan.

“Kami bekerja dengan hati. Jika masyarakat dan tokoh agama bersama kami menjaga kamtibmas, situasi akan semakin kuat dan stabil,” ucap Adarma.

Acara testimoni berjalan lancar dan penuh kehangatan. Bagi warga, momen itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan penguat harapan bahwa perdamaian Papua dapat terwujud jika semua pihak bersinergi.

Ditutup dengan ajakan menggugah dari Pdt. Iryne, ia mengingatkan semua untuk saling melindungi: “Papua harus aman, Papua harus damai, dan Papua adalah rumah kita bersama.” (Rtm)