Jadi Momok Menakutkan, 80 Persen Aspirasi di Reses Alit Jamaludin Terkait Masalah Banjir - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Jadi Momok Menakutkan, 80 Persen Aspirasi di Reses Alit Jamaludin Terkait Masalah Banjir

Alit Jamaludin, wakil rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menggelar reses di Komplek Daperla, Bekasi Timur.
Prakata.com – Suara warga Komplek Daperla menggelegar dalam reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, di RW 004, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (15/2/2026). Bukan soal listrik atau jalan berlubang, tapi banjir yang jadi momok menakutkan setiap musim hujan tiba!

Yang bikin semakin greget, hadir pula Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Sudjatmiko, yang ikut telinganya panas mendengar keluhan warga. Ketua RW setempat, Sutandi, langsung buka suara soal infrastruktur amburadul, drainase mampet, dan banjir yang tak kunjung usai.

"Mayoritas warga masih mengeluhkan banjir. Ini isu paling krusial. Sekitar 80 persen aspirasi yang masuk soal genangan air saat hujan deras," ungkap Alit dengan nada serius kepada wartawan.

Jangan salah, banjir di sini bukan karena kiriman dari mana-mana. Alit menjelaskan, kontur tanah yang rendah plus drainase mini jadi biang kerok utama. Akibatnya, air meluber ke mana-mana meski hujan cuma sebentar.

Tapi tenang, ada secercah harapan, Alit mengaku sudah mengusulkan solusi jitu, yakni sodetan saluran menuju Kali Kapuk yang terhubung ke Perumahan Juanda. Targetnya? Realisasi anggaran 2026.

"Kalau hujan deras, pasti banjir. Saya sudah cek langsung. Air cepat naik karena salurannya tidak memadai. Makanya sodetan ini kita dorong biar genangan berkurang," tegasnya.

Bukan cuma banjir, warga juga nggak mau ketinggalan soal ekonomi digital. Mereka minta pelatihan usaha biar bisa jualan di era online. Alit pun setuju, kesejahteraan harus diiringi peningkatan kapasitas, bukan sekadar bansal.

“Masyarakat ingin tahu cara berjualan di era digital. Pemerintah harus hadir dengan pelatihan, biar UMKM naik kelas!” pungkasnya. (Gud)