Aspirasi Angkot Vs Trans Beken, DPRD Kota Bekasi Minta Dinas Perhubungan Bertanggung Jawab - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Aspirasi Angkot Vs Trans Beken, DPRD Kota Bekasi Minta Dinas Perhubungan Bertanggung Jawab

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, saat menerima audiensi dari para sopir angkutan kota dan Organda.
Prakata.com – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, merespons audiensi puluhan supir angkutan kota (angkot) yang didampingi Organisasi Angkutan Darat (Organda) setempat. Audiensi tersebut menyuarakan keberatan terhadap operasional bus Trans Beken yang dianggap merugikan sejumlah trayek angkot.

Sardi menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan dari pengemudi angkot di trayek K.25, K.30, K.01, K.10, dan K.07 yang terdampak rute bus Trans Beken. Ia menginstruksikan Ketua Komisi II DPRD untuk memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi guna meminta penjelasan terkait polemik peluncuran bus tersebut.

“Dishub harus mampu memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat dan DPRD mengenai isu Bus Keren ini,” tegas Sardi.

Lebih lanjut, Sardi berharap pertemuan dengan Dishub dapat menghasilkan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang bijaksana dan berimbang guna mewujudkan Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera.

Menyikapi kejadian ini, Sardi menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus melibatkan para pelaku transportasi dan masyarakat luas sebelum mengambil kebijakan di masa depan.

Setelah pemanggilan terhadap Dishub, DPRD akan segera menyusun rekomendasi. “Kami tidak dapat memutuskan operasional Trans Beken secara sepihak karena itu merupakan ranah eksekutif. Kami akan memperjuangkan aspirasi rekan-rekan supir angkot dan segera merumuskan rekomendasi berdasarkan tuntutan mereka,” jelas Sardi.

Audiensi yang berlangsung pada Selasa (10/2/2026) ini merupakan tindak lanjut dari aksi damai puluhan supir angkot di depan Pemkot Bekasi beberapa waktu sebelumnya. Menurut Ketua Organda Kota Bekasi, Indra Hermawan, para pengemudi angkot dari beberapa trayek tersebut memprotes kebijakan Pemkot yang meluncurkan dan mengoperasikan Trans Beken pada rute Harapan Indah – Terminal Bekasi.

“Kami tidak alergi terhadap kemajuan teknologi,” ujar Indra. Namun, keberatan utama mereka adalah belum adanya penetapan tarif resmi untuk bus Trans Beken. Menurutnya, hal itu menciptakan persaingan tidak sehat karena bus tersebut masih beroperasi gratis dengan armada yang bagus, sementara angkot harus berjuang dengan armada terbatas.

“Kami hanya meminta kesetaraan tarif. Bagaimana bisa bersaing jika mereka gratis dengan bus bagus, sementara kami dengan kondisi seadanya?” tanya Indra. (Gud)