![]() |
| Kondisi lalulintas di ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) jelang Tahun Baru Imlek 2026. |
Prakata.com – Pemandangan tak biasa menghiasi ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) jelang pergantian tahun menuju Tahun Baru Imlek 2026. Bukan macet total, namun volume kendaraan yang melintas mengalami ledakan fantastis yang membuat pengelola jalan tol sampai angkat bicara. Warga Ibu Kota sepertinya sudah mulai bergerak, meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta untuk berlibur.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat angka yang bikin melongo pada H-3 libur panjang Imlek. Sebanyak 44.918 kendaraan memilih 'kabur' dari Jakarta melalui jalur MBZ dalam satu hari. Jumlah ini meroket 46,77 persen dibandingkan hari biasa yang hanya berkutat di angka 30.604 kendaraan.
"Peningkatan volume kendaraan terjadi sepanjang hari, dengan kenaikan paling tinggi pada malam hari hingga mencapai 52,76 persen," ungkap Desti Anggraeni, selaku GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek.
Sementara itu, arus kendaraan yang menuju Jakarta juga ikut terkerek naik, meski tak sedahsyat arus keluar. Tercatat 31.655 kendaraan menyusuri MBZ menuju ibu kota, atau naik 12,96% dari kondisi normal.
Desti menjelaskan bahwa fenomena ini adalah alarm awal dimulainya mobilisasi besar-besaran masyarakat. Meski angka lonjakan terbilang tinggi, manajemen PT JJC memastikan kondisi di lapangan tetap terpantau lancar.
"Secara umum, kondisi lalu lintas di Jalan Layang MBZ tetap lancar dan terkendali. Kami terus melakukan pemantauan berkala dan siagakan petugas operasional di titik-titik strategis," tegas Desti.
Dengan potensi peningkatan yang masih mungkin terjadi, PT JJC mengeluarkan imbauan keras bagi para pemudik. Keselamatan adalah nomor satu! Pengendara diminta tidak hanya memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tetapi juga wajib menjaga stamina pengemudi.
"Pastikan daya listrik kendaraan dan BBM terisi cukup. Waspadai juga potensi cuaca ekstrem, terutama hujan yang bisa tiba-tiba mengganggu jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin," pesan Desti mengingatkan. (Rtm)


