![]() |
| Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. |
Prakata.com – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri dinilai perlu melibatkan keterlibatan publik yang substansial. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa masukan serta kritik konstruktif dari masyarakat, terutama para pelaku di sektor kawasan industri, sangat vital untuk menghasilkan regulasi yang komprehensif dan dapat dijalankan oleh semua pihak.
“Keberadaan kawasan industri semacam BSD ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian. Karena itu, kami ingin memastikan proses pembahasan RUU ini benar-benar mengakomodir aspirasi dari pihak-pihak yang terkait secara langsung,” ujar Saleh usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke BSD City, Kamis (15/1/2026).
Menurut politisi asal Dapil Sumatera Utara II tersebut, seluruh saran dan tanggapan yang diterima dari pengelola kawasan industri maupun masyarakat akan dijadikan bahan pertimbangan penting dalam merumuskan pasal-pasal yang selaras dengan dinamika dunia usaha dan kepentingan publik.
Lebih lanjut, Saleh juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri pada umumnya. “Keberadaan KEK saat ini masih terbatas. Kami berharap potensinya dapat dioptimalkan untuk memperluas dampak positif, utamanya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Melalui kegiatan kunjungan kerja ini, Komisi VII DPR RI berharap dapat mengumpulkan berbagai perspektif yang akan memperkaya pembahasan RUU Kawasan Industri. Hasil dialog diharapkan menjadi fondasi untuk kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional.
“Dengan partisipasi yang bermakna, RUU ini diharapkan tidak sekadar menjadi produk hukum, tetapi juga mampu mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan sektor swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air,” pungkas politisi Fraksi PAN tersebut. (tra/rdn)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


