![]() |
| Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki. |
Prakata.com - Komisi E DPRD DKI Jakarta mengadakan Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk mengkaji capaian Reses dalam APBD 2025 dan menyusun rencana realisasi APBD 2026. Rapat yang melibatkan Dinas Kebudayaan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini difokuskan pada upaya pengembangan sektor kebudayaan di ibu kota.
Ketua Komisi E, M Subki, menegaskan komitmen dewan untuk memajukan dan memperkenalkan kekayaan budaya Jakarta kepada khalayak luas. Menurutnya, setiap kegiatan dan event kebudayaan harus menjadi representasi autentik dari identitas masyarakat Jakarta.
"Kami ingin event budaya benar-benar menunjukkan jati diri warga Jakarta, tidak kalah bersaing dengan pengaruh budaya luar," tegas Subki dalam rapat, Kamis (22/1/2026).
Subki mengakui tingginya antusiasme publik terhadap tren budaya asing, seperti gelombang K-Pop dan berbagai konser musik internasional. Namun, ia mengingatkan agar euforia tersebut tidak menggeser keberadaan budaya lokal.
"Budaya kita sendiri tidak boleh terlupakan. Kami mendorong Dinas Kebudayaan untuk memperbanyak kegiatan yang merata di seluruh penjuru Jakarta, agar warisan lokal tetap hidup dan dinikmati," pungkasnya.
Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan anggaran daerah tahun depan dapat dialokasikan secara optimal guna menguatkan ekosistem kebudayaan Jakarta. (Rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


