Di Tengah Bayang Perang, Cahaya Pohon Natal Menyulut Harapan di Betlehem - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Di Tengah Bayang Perang, Cahaya Pohon Natal Menyulut Harapan di Betlehem

Cahaya pohon Natal raksasa kembali menyinari Manger Square di kota Betlehem. Foto: Reuters.
Prakata.com – Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, cahaya pohon Natal raksasa kembali menyinari Manger Square di kota Betlehem, menyuntikkan secercah kegembiraan di tengah suasana duka akibat peperangan. Pohon setinggi 20 meter yang dihiasi pernak-pernik merah dan emas itu dinyalakan dalam sebuah upacara pada Sabtu (6/12/2025) malam, mengakhiri masa pantang perayaan publik sejak perang berkecamuk di Gaza.

Seperti dikutip dari Reuters, ribuan warga Palestina, baik dari Tepi Barat maupun Israel memenuhi alun-alun kota yang dihormati sebagai tempat kelahiran Yesus tersebut. Sorak-sorai pecah ketika lampu-lampu pohon menyala, mengusik kesunyian yang telah lama menyelimuti kota itu.

"Kami datang untuk merayakan, menonton, dan menikmati, karena selama beberapa tahun kami tidak punya kesempatan itu," ujar Randa Bsoul (67), seorang warga Palestina dari Haifa, yang turut hadir.

Kehadiran pohon Natal itu bagai oase di tengah kepedihan. Konflik di Gaza, yang berjarak sekitar 60 km dari Betlehem, telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar dan kehancuran yang parah. Dampaknya merambat hingga ke Tepi Barat, melumpuhkan sektor pariwisata yang menjadi nadi ekonomi Betlehem dan menimbulkan duka mendalam bagi banyak keluarga yang memiliki kerabat di Gaza.

Dua tahun terakhir digambarkan "seperti neraka" oleh seorang pemilik toko suvenir di Betlehem yang meminta anonim karena kekhawatiran akan pembalasan. "Kami berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan," katanya, menyoroti memburuknya kondisi ekonomi dan mengencangnya pembatasan pergerakan warga oleh otoritas Israel.

Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober, ketidakpastian dan ketegangan masih membayangi. Perayaan kali ini pun diselenggarakan dengan khidmat; tidak ada kembang api yang biasanya menyertainya, sebagai bentuk penghormatan terhadap situasi yang masih rapuh.

"Ini menakutkan karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi kami tetap berharap," tutur Bsoul, mengungkapkan perasaan campur aduk yang mungkin mewakili banyak warga.

Pencahayaan kembali pohon Natal di Betlehem bukan sekadar perayaan biasa. Ia menjadi simbol ketahanan dan kegigihan komunitas Kristen setempat, serta sebuah doa agar cahaya perdamaian segera datang menggantikan gelapnya peperangan. (Ana)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel