![]() |
| Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Yenny Kristianti. |
Yenny menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat proses lelang yang berjalan
lambat serta adanya perubahan mekanisme dalam sistem pengadaan barang dan jasa.
Kondisi ini, kata dia, berdampak langsung pada lambannya serapan anggaran
maupun pelaksanaan proyek di lapangan.
“Dinas menyampaikan bahwa proses lelang dan perubahan mekanisme membuat
semuanya terlambat. Intinya ada sistem baru yang cukup mempengaruhi jadwal,”
ujar Yenny, Minggu (30/11/2025).
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Komisi II, progres pembangunan
Kota Bekasi baru mencapai sekitar 50 persen. Namun, hingga kini pihaknya belum
mendapatkan pembaruan resmi mengenai perkembangan terbaru dari dinas.
“Disebutkan kemarin progres sudah 50 persen. Tetapi kami masih menunggu
update berikutnya. Mereka memastikan bahwa seluruh pekerjaan bisa selesai 100
persen pada Desember nanti,” terangnya.
Yenny juga menegaskan bahwa persoalan pembangunan tidak berhenti sekadar
pada penyelesaian fisik. Ia menyoroti pentingnya masa perawatan atau
maintenance pascapekerjaan yang biasanya berlangsung hingga tiga bulan.
“Pekerjaan fisik bisa selesai, tetapi perawatan juga harus masuk
perhitungan. Itu belum dibahas lebih jauh. Saat ini kami fokus mengejar
pencapaian target penyelesaian,” jelasnya.
Meski sejumlah kendala masih menjadi tantangan, dinas terkait, menurut
Yenny, tetap optimistis dapat menuntaskan seluruh proyek dan mencapai serapan
anggaran maksimal pada 2025.
“Mereka optimis. Disampaikan bahwa 100 persen anggaran 2025 bisa terserap,”
katanya.
Terakhir, Yenny menegaskan bahwa Komisi II DPRD akan mendorong evaluasi jika
target realisasi tidak tercapai. Evaluasi tersebut, menurutnya, dapat menyasar
dinas terkait hingga kepada kepala dinas.


