Prakata.com -
Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menyoroti
kondisi warga yang tinggal sangat dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Sumurbatu. Temuan lapangan menunjukkan sejumlah rumah berada hanya sekitar lima
meter dari area pembuangan sampah, jauh berbeda dari informasi resmi yang
menyebutkan jarak aman mencapai 500 meter.
Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra (tengah) saat melakukan penanaman sejuta pohon.
“Sejak awal dikatakan jaraknya 500 meter dari rumah warga. Kenyataannya
bukan 500 meter, tetapi hanya lima meter. Bisa dilihat langsung kondisi rumah
warga di sekitar TPA Sumurbatu,” kata Sarwin, Sabtu (22/11/2025)
Ia mengungkapkan bahwa belum lama
ini dirinya bersama para anggota dewan yang lain telah hadir dalam
kegiatan “Gerakan Bersama Tanam Sejuta Pohon di 3 Gunung Sampah Raksasa
(Bantargebang, Sumurbatu, Burangkeng),” Rabu (19/11/2025).
Menurut Sarwin, kondisi tersebut sudah melampaui batas kewajaran dan
berpotensi besar mengancam kesehatan, kualitas lingkungan, serta kesejahteraan
masyarakat. Ia menilai persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun
itu membutuhkan penanganan serius dan koordinasi lintas sektor.
“Ini bukan kepentingan kelompok atau golongan. Saya minta doa dan dorongan
masyarakat Kecamatan Bantargebang,” ujarnya.
Sarwin menambahkan bahwa keberadaan tiga TPA besar di wilayah Bekasi,
Bantargebang, Sumurbatu, dan Burangkeng, menimbulkan beban ekologis yang tidak
kecil. Polusi udara, risiko pencemaran air tanah, hingga dampak lingkungan
jangka panjang disebutnya memerlukan langkah lebih komprehensif dari sekadar
penanaman pohon.
“Penanaman pohon merupakan langkah awal yang baik, namun belum menjadi
solusi menyeluruh atas persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun,” kata
dia.

