![]() |
| Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi bersama para anggota dewan lainnya melakukan aksi tanam sejuta pohon. |
Prakata.com - Kondisi lingkungan di sekitar kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kota Bekasi diklaim telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, menegaskan bahwa situasi ini memerlukan langkah-langkah kebijakan yang konkret, bukan hanya aktivitas simbolis belaka.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Sardi dalam acara Gerakan Bersama Tanam Sejuta Pohon yang dihelat oleh Aliansi Peduli Lingkungan dan Prabu PL. Ia secara khusus menyoroti dampak dari “tiga gunung sampah raksasa” di TPST Bantargebang, Sumurbatu, dan Burangkeng yang telah mencemari udara, mengganggu kesehatan warga, dan merusak keseimbangan ekosistem selama bertahun-tahun.
“Ini adalah bekal untuk masa depan kita. Jangan sampai program penghijauan seperti ini hanya menjadi acara seremonial semata. Kawasan sekitar TPST sudah sangat lama menunggu pemulihan yang sesungguhnya,” tegas Sardi, Sabtu (22/11/2025).
Lebih lanjut, Sardi mendesak agar semua pemangku kepentingan, termasuk kalangan legislatif, melakukan evaluasi mendalam terhadap persoalan lingkungan di TPST, dengan fokus pada Bantargebang dan Sumurbatu. Ia mengajak semua pihak untuk berpikir lebih kritis dalam merumuskan kebijakan yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pembahasan mengenai pengelolaan sampah, khususnya di TPST Bantargebang, tidak boleh lagi berhenti pada tataran wacana. Tantangan “gunung sampah” yang terus membesar harus dihadapi dengan kebijakan yang mengutamakan kelestarian lingkungan.
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


