Apudsi dan Aspina Jalin Kemitraan, Genjot Ekspor Produk Desa ke Pasar Eropa - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Apudsi dan Aspina Jalin Kemitraan, Genjot Ekspor Produk Desa ke Pasar Eropa

Kerja sama Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (Apudsi) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspina).
Prakata.com – Pelaku usaha dari desa-desa di Indonesia mendapatkan terobosan signifikan untuk memasuki pasar Eropa. Terobosan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (Apudsi) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspina) yang berkedudukan di Belanda.

Kerja sama strategis ini diteken di sela-sela acara Discovering The Magnificence of Indonesia Expo 2025 di Indonesia House, Amsterdam, Belanda, kemarin. Kolaborasi ini dirancang untuk mencakup tiga pilar utama: penguatan ekonomi, perluasan perdagangan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Maulidan Isbar, Ketua Umum Apudsi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan pintu gerbang bagi usaha mikro dan kecil di desa untuk menjangkau jaringan bisnis di Eropa, dengan Belanda sebagai pintu masuk utamanya.

“Sebagai organisasi nasional, Apudsi berkomitmen penuh memfasilitasi anggotanya agar mampu bersaing di kancah global. Kehadiran Aspina di Belanda akan menjadi mitra strategis untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di pasar Belanda dan Eropa secara lebih luas,” jelas Maulidan, Senin (3/11/2025).

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Aspina. Latif Gau, Ketua Umum Aspina di Belanda, menyambut hangat kerja sama ini dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi jembatan.

“Aspina siap membangun program kerja sama yang konkret dan akan memfasilitasi Apudsi untuk berjejaring dengan berbagai organisasi serta asosiasi pengusaha di Belanda. Ini adalah langkah positif untuk memperkuat posisi produk Indonesia,” pungkas Latif.

Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung dengan membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga produk-produk asli desa Indonesia dapat lebih mudah diterima oleh konsumen Eropa. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel