Wali Kota Bekasi Buka Suara Soal Isu Jual Beli Jabatan: Masyarakat yang Nilai - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Wali Kota Bekasi Buka Suara Soal Isu Jual Beli Jabatan: Masyarakat yang Nilai

Wali Kota Bekali, Tri Adhianto.
Prakata.com – Wali Kota Bekali, Tri Adhianto, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerahnya. Tri meminta publik yang menilai sendiri ada atau tidaknya praktik tersebut.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Tri yang akrab disapa Mas Tri itu balik bertanya, "Ada enggak suara di Kota Bekasi yang jual beli jabatan? Sekarang Lu merasakan nggak? Dengar nggak?" ujarnya di Stadion Patriot Chandrabhaga, Selasa (21/10/25).

"Lebih baik masyarakat yang menilai. Kalau saya yang ngomong pasti mencari kecap nggak ada yang nomor satu," sambungnya.

Tri Adhianto menegaskan bahwa proses rekrutmen jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah berlangsung transparan. Ia menjelaskan bahwa sistem *open bidding* untuk posisi eselon II dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilaksanakan dengan prosedur yang jelas, termasuk melibatkan asesmen dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

"Jadi saya kira rasanya sih jauh dari itulah. Hari ini betul-betul kita coba," tegas Wali Kota.

Di sisi lain, Tri mengulang komitmennya untuk memberantas pungutan liar (pungli). Ia kembali menawarkan ganti rugi dua kali lipat bagi korban pungli dan menjanjikan proses hukum bagi oknum aparatur yang terbukti melakukannya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung praktik jual beli jabatan di Bekasi sebagai salah satu bukti bahwa reformasi tata kelola di level daerah belum tuntas. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel