![]() |
| Bus Trans Wibawa Mukti. |
Firman Arief Sembada, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas
Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, mengungkapkan bahwa saat ini baru satu
koridor yang beroperasi karena keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat,
termasuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Kementerian
Perhubungan (Kemenhub).
"Saat ini baru satu feeder yang berjalan, yaitu dari
LRT Jatimulya ke Stasiun Cikarang. Untuk koridor kedua dan ketiga masih dalam
tahap perencanaan, dengan target operasional antara 2027 hingga 2030,"
jelas Firman, Jumat (8/8/2025).
Selain itu, Dishub Kabupaten Bekasi juga sedang menjajaki
kolaborasi dengan PT. Transjakarta melalui program Trans Jabodetabek. Kerja
sama ini diharapkan dapat memperluas akses transportasi bagi warga Bekasi,
terutama yang bekerja di Jakarta.
"Kami sedang mengkaji kemungkinan integrasi dengan
Transjakarta. Ke depannya, masyarakat Cikarang mungkin bisa menikmati layanan
Trans Jabodetabek dengan rute seperti Cikarang-Jakarta," tambahnya.
Saat ini, Trans Wibawa Mukti mengoperasikan tujuh armada
dengan 14.000 penumpang per hari. Angka ini menunjukkan tingginya minat
masyarakat terhadap transportasi umum.
Untuk pembiayaan, tahun 2026 masih mengandalkan skema buy
the service dari APBD. Namun, ke depan mungkin dibentuk badan pengelola
khusus seperti UPTD atau BLUD, yang nantinya bisa berkembang menjadi BUMD jika
layanan semakin meluas.
Mengenai tarif, saat ini masih disubsidi pemerintah, namun
telah dilakukan kajian untuk menyesuaikan harga di kisaran Rp4.500-Rp7.000
tergantung jarak.
"Tujuan kami bukan mencari untung, tapi memastikan
layanan optimal dan berkelanjutan," tegas Firman.


