![]() |
| Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko (kanan) saat melihat salah satu produk yang dipamerkan dalam peringatan hari koperasi. |
Salah satu peserta pameran, Koperasi Desa Pakopen, Kecamatan
Bandungan, Kabupaten Semarang, menampilkan hasil hortikultura seperti cabai,
tomat, dan wortel. Agus Subarjo, Kepala Desa Pakopen, menjelaskan bahwa
koperasi tersebut telah berbadan hukum dan memiliki gedung sendiri. “Produk ini
hasil bumi warga yang dikelola dan dipasarkan oleh koperasi,” ujarnya.
Sementara itu, Koperasi Desa Gombong, Kecamatan Belik,
Kabupaten Pemalang, menawarkan buah-buahan, sayuran, dan kopi lokal. Wahyono,
Ketua Koperasi, menyatakan bahwa lembaganya baru berdiri dua bulan lalu dan
berperan sebagai pasar bagi petani setempat. “Kami membantu pendistribusian
hasil pertanian warga,” jelasnya.
Di sisi lain, Abdul Aziz dari Koperasi Kelurahan Noyontaan,
Pekalongan, berharap program Koperasi Merah Putih dapat melestarikan batik
canting sekaligus menciptakan regenerasi pengrajin. “Generasi pengrajin canting
semakin sedikit, perlu ada dukungan agar tidak punah,” ungkapnya.
Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda
Jateng, menegaskan komitmen pemprov dalam membina 8.523 Koperasi Merah Putih
se-Jateng. “Koperasi harus menjadi lembaga bisnis mandiri, bukan sekadar
penerima bantuan,” tegasnya.


