![]() |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, saat menggelar reses di wilayah Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (25/7/2025). |
Prakata.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menampung berbagai aspirasi warga dalam agenda reses di wilayah Bantargebang, Kota Bekasi, pada hari Jumat (25/7/2025).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, ini dihadiri oleh ratusan warga setempat yang menyampaikan berbagai keluhan sampah dan infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, Faisyal menyatakan bahwa reses merupakan sarana penting untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
"Ini momen bagi kami untuk menyerap semua keluhan warga, terutama terkait persoalan sampah, drainase, dan akses jalan yang masih menjadi masalah di Bantargebang," ujarnya.
Warga Bantargebang mengeluhkan dampak kesehatan akibat tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Selain itu juga kondisi jalan rusak yang kerap menimbulkan genangan air saat hujan, dan mengakibatkan kerawanan kecelakaan.
Apalagi, jalan-jalan di sekitar Bantargebang setiap hari dilalui truk besar bermuatan sampah, baik dari Kota Bekasi maupun dari DKI Jakarta.
Hal yang sama dikeluhkan warga dalam bidang pendidikan. Kebutuhan SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi cukup mendesak untuk memenuhi daya tampung siswa lulusan SMP.
"Warga mengeluhkan juga soal pendidikan dan minta ada penambahan sekolah baru, karena anak-anak mereka kesulitan masuk sekolah," kata Faisyal.
Anton, selaku tuan rumah sekaligus perwakilan DPRD Kota Bekasi, menyambut baik inisiatif Faisyal untuk turun langsung ke wilayahnya.
"Kami berharap masukan dari warga bisa ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret, baik di tingkat provinsi maupun kota," harap Anton.
Faisyal berjanji akan mendorong pembahasan masalah tersebut melalui Fraksi PDI Perjuangan, dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
"Beberapa poin akan kami bawa ke rapat di DPRD Jabar untuk dicarikan solusi terbaik," tegasnya. (Ads)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


