Sumanto Ajak Generasi Muda Jateng Perkuat Moderasi Beragama untuk Jaga Keutuhan Bangsa - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Sumanto Ajak Generasi Muda Jateng Perkuat Moderasi Beragama untuk Jaga Keutuhan Bangsa

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat mengikuti Penguatan Moderasi Beragama dalam Kebhinnekaan” di SMK N 1 Karanganyar.
Prakata.com – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendorong pelajar dan generasi muda di Jawa Tengah untuk berperan aktif dalam memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. 

“Moderasi beragama adalah kunci hidup harmonis dalam kebinekaan. Ini mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam sikap ekstrem, tetapi tetap berada di tengah dengan saling menghargai, bekerja sama, dan menjaga kerukunan,” ujar Sumanto di Semarang, Kamis (12/6/2025). 

Menurutnya, pemahaman dan penerapan nilai-nilai toleransi harus ditanamkan sejak dini, sekaligus menjauhi paham ekstrem dan intoleran yang dapat mengancam kedamaian sosial. 

Sumanto menekankan bahwa upaya memperkuat moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan juga generasi muda, termasuk di lingkungan sekolah. 

“Indonesia dibangun bukan karena keseragaman, melainkan karena perbedaan yang diikat dengan rasa saling menghormati dan semangat persatuan. Tugas kitalah untuk melestarikan warisan ini,” tegasnya. 

Ia menilai sekolah memegang peran penting dalam membentuk karakter siswa yang inklusif, terbuka, dan menghormati perbedaan agama, budaya, serta suku. 

“Jika sekolah mampu menjadi wadah pembentukan sikap moderat, maka kita sedang mencetak calon pemimpin yang tangguh dan tidak mudah terpecah oleh isu SARA,” jelasnya. 

Sumanto juga memberikan apresiasi kepada SMK Negeri 1 Karanganyar yang telah memfasilitasi diskusi dan edukasi tentang moderasi beragama. 

“Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan. Ajak siswa berdialog lintas agama, kenalkan mereka pada keragaman tradisi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bijak dan toleran,” pesannya. 

Di kesempatan yang sama, ia mengingatkan para pelajar agar cerdas dalam bermedia sosial, mengingat tantangan di era digital seperti maraknya hoaks dan ujaran kebencian. 

“Tanpa pemahaman moderasi, generasi muda rentan terpengaruh provokasi. Media sosial harus jadi sarana menyebarkan perdamaian, bukan kebencian,” tegasnya. 

Dengan mengedepankan toleransi dan kolaborasi lintas perbedaan, Sumanto berharap Jawa Tengah dapat menjadi teladan dalam menjaga kerukunan sosial. (Jiz)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel