![]() |
| Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Darwis Sitorus. |
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Darwis
Sitorus, menyatakan bahwa deflasi Mei 2025 berhasil memperlambat laju inflasi
tahunan di provinsi tersebut. Inflasi secara year to date tercatat sebesar
0,98%, sedangkan inflasi year on year mencapai 1,47%.
Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi
antara lain cabai rawit (0,12%), bawang merah (0,10%), cabai merah (0,07%),
daging ayam ras (0,04%), dan bawang putih (0,03%). Meski demikian, terdapat
juga kenaikan harga pada beberapa barang, seperti tomat (0,04%), emas perhiasan
(0,02%), dan tarif pulsa telepon seluler (0,02%), seperti diungkapkan Darwis
dalam rilis persnya, Senin (2/6/2025).
Dari sisi pengeluaran, tiga kelompok mengalami deflasi month
to month, yaitu makanan, minuman, dan tembakau (1,14%); transportasi (0,25%);
serta perlengkapan dan perawatan rumah tangga (0,01%). "Setelah Lebaran,
harga makanan dan tarif transportasi kembali normal sehingga terjadi deflasi.
Namun, kenaikan tarif pulsa mendorong inflasi pada kelompok informasi,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,29%," jelasnya.
Secara bulanan, seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat mencatat deflasi. Kota Bekasi menempati posisi tertinggi dengan deflasi 0,46%, disusul oleh Kabupaten Bandung (0,37%). Sementara itu, Kota Tasikmalaya mengalami deflasi terendah sebesar 0,01%. (Guh/Rani)


