![]() |
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Ahmad Faisyal Hermawan. |
Faisyal, sapaannya, menyambut positif langkah audit yang
digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Menurutnya, BUMD yang tidak berkontribusi
terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus segera ditindaklanjuti.
"Pembentukan Pansus BUMD sudah pernah diwacanakan di
periode sebelumnya. Kini, DPRD sepakat untuk merealisasikannya sebagai bentuk
evaluasi menyeluruh," ujar Faisyal.
Ia menegaskan, Pansus akan menjadi instrumen awal untuk
menilai kinerja BUMD. DPRD Jabar akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Jabar guna menentukan langkah strategis.
"Evaluasi ini bisa berujung pada dua opsi yakni
pembubaran BUMD tidak sehat atau merger bagi BUMD dengan bidang usaha
serupa," tegas Faisyal.
Gubernur Jawa Barat dikabarkan akan lakukan audit
investigatif terhadap BUMD yang dinilai bermasalah.
Data terbaru menunjukkan, dari 41 BUMD di Jabar, hanya dua
yang dinyatakan sehat, yakni Bank BJB dan PT Migas Utama Jabar (MUJ). Kondisi
ini memicu keprihatinan sekaligus mendorong tindakan evaluasi serius dari
pemerintah dan legislatif.