Anggota Dewan Sukses Advokasi Pembukaan Akses Jalan yang Ditutup Pengembang - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Anggota Dewan Sukses Advokasi Pembukaan Akses Jalan yang Ditutup Pengembang

Akses jalan kawasan Summarecon di Margamulya kembali dibuka bagi warga.
Prakata.com – Pesatnya pembangunan perumahan dan kawasan komersial di Kota Bekasi seringkali menimbulkan masalah akses jalan, menghambat mobilitas warga. 

Namun, berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah kelurahan, pengembang, dan dukungan anggota dewan, masalah tersebut berhasil diatasi, seperti yang terjadi di RW 03 Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.  

PT Summarecon Bekasi akhirnya mengizinkan kembali penggunaan akses jalan yang sebelumnya ditutup, menghubungkan wilayah RW 03 dan RW 10.

Keputusan ini merupakan hasil upaya advokasi yang melibatkan Anggota DPR RI, Sudjatmiko, dan Anggota DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda.  

Amsar, Ketua RW 03, mengungkapkan rasa terima kasih warga kepada tiga pilar Kelurahan Margamulya serta kedua anggota dewan yang turut membantu. 

"Akses ini sangat vital bagi mobilitas harian kami. Sebelumnya, warga harus memutar jauh, memakan waktu lebih lama," ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (11/5/2025).  

Lurah Margamulya, Makpudin, menjelaskan bahwa akses tersebut kini beroperasi dengan pembatasan waktu pukul 06.00–21.00 WIB untuk menjaga keamanan lingkungan.

Sementara itu, Rizki Topananda, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, menekankan bahwa solusi ini adalah buah kolaborasi multipihak yang diharapkan dapat mereduksi kemacetan di sekitar wilayah.  

Proses negosiasi dengan pengembang tidak instan, diperlukan serangkaian diskusi intensif sebelum akhirnya disepakati pembukaan akses dengan pengaturan jam operasional.

Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya mempermudah pergerakan warga tetapi juga menjadi contoh penyelesaian masalah berbasis kolaborasi di tengah maraknya pembangunan properti di Bekasi.  

Warga berharap komunikasi dengan pengembang dapat terus terbangun demi kenyamanan bersama ke depannya. Kasus di Margamulya membuktikan bahwa win-win solution dapat tercapai melalui pendekatan kolektif. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel