Dukung Program Pengelolaan Sampah, Komarudin Berharap Tri Adhianto Realisasikan PLTSE Bantargebang - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Dukung Program Pengelolaan Sampah, Komarudin Berharap Tri Adhianto Realisasikan PLTSE Bantargebang

Tokoh masyarakat Bantargebang, Komarudin.

Prakata.com – Tokoh masyarakat Bantargebang, Komarudin berharap agar Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Energi (PLTSE) direalisasikan pada masa kepemimpian Wali Kota Bekasi terpilih, Tri Adhianto.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan Perpres 35 tahun 2018, dimana kota Bekasi ditetapkan sebagai daerah percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

Walaupun kita tahu, niat baik Tri Adhianto di masa akhir menjabat Walikota sebelumnya dimentahkan begitu saja oleh PJ Wali Kota Bekasi, R Gani Muhammad, dengan pembatalan tendernya dan tanpa solusi,” kata Komar, sapaannya, Selasa (18/2/2025).

Mantan Anggota DPRD Kota Bekasi ini menilai pembatalan tersebut dilakukan tanpa tindak lanjut perbaikan pola kerja sama sesuai tata aturan hukum yang berlaku, pada masa jabatan Pj Wali Kota R. Gani Muhamad.

Meskipun terlontar dukungan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, lanjut Komar, tidak ada bukti kongkrit project tersebut di perbaiki dan direalisasikan. Kepemimpinan Pj Wali Kota Gani Muhamad dinilainya cenderung memperlihatkan keputusan yang hanya kepentingan politik semata.

Di era kepemimpinan setelah Tri Adhianto dilantik bersama Harris Bobihoe, saya sebagai warga Bantargebang, berharap penuh kepada beliau untuk segera memprioritaskan dan merealisasikan pembangunan PLTSE di Bantargebang,harapnya.

Apalagi, kata dia, sudah ada pembicaraan dengan Gubernur DK Jakarta terpilih, Pramono Anung, sehingga menjadi sangat logis apabila pembangunan PLTSE di Kota Bekasi bukan hanya dilakukan oleh Pemkot Bekasi tetapi juga oleh Pemprov DK Jakarta di lahan TPST Bantargebang.

Jangan takut pabila ada kelompok kecil yang mengatakan program pembangkit listrik di berbagai daerah lain tidak berdampak pada masyarakat. Di kota Bekasi justru sangat penting dan harus segera direalisasikan, dan pasti sangat berdampak positif pada masyarakat,” lanjut Komar.

Ia menambahkan, bukan hanya pada persoalan pengurangan timbunan sampah, dimana TPST Bantargebang volumenya lebih dari 4 juta meter kubik ton sampah dan TPA Sumurbatu yang volume sampahnya lebih dari 800 ribu ton sampah.

Lebih dari itu pembangunan PLTSE berdampak pada penambahan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar. Kemudian dengan pola penanganan sampah mandiri yang dilakukan masyarakat, juga akan terdorong menjadi semakin mutakhir dan berdampak ekonomis dan ekologis yang perkembangannya menjanjikan.

Komar menilai bahwa penanganan sampah di Bantargebang, baik itu milik DKI Jakarta maupun milik Pemkot Bekasi sudah seharusnya dilakukan secara serius dan semua bentuk dan cara dilakukan untuk menguranginya.

Oleh karena itu, pembangunan PLTSE, RDF, ITF atau teknologi lain yang mutakhir harus dibangun di Bantargebang untuk mengurangi tumpukan sampah. Bahkan pengolahan sampah mandiri yang dikelola masyarakat pun harus didorong menjadi bagian penting sistem pengurangan sampah di Bantargebang.

“Pemerintah harus juga mendukung, membina serta meningkatkan kapasitas kemampuan mereka dan upgrade teknologi pengolahan sampah, yakni pemulung, pelaku usaha limbah, hingga pengolahan sampah,” paparnya. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel