tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Aktivis Ini Sebut PKS Kota Bekasi Rendahkan Partai Golkar, Kok Bisa?

Togu Parulian Silalahi.
Prakata.com - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah November 2024 mendatang, banyak partai politik yang mulai lakukan pendekatan serta komunikasi politik lintas partai. Sama halnya dengan DPD PKS Kota Bekasi yang disinyalir akan membangun koalisi dengan Partai Golkar Kota Bekasi. 

Namun menurut Aktivis Kota Bekasi, Togu Parulian Silalahi, partai yang identik dengan warna orange tersebut dinilai sangat merendahkan partai berlambang pohon beringin. Pasalnya saat Pemilihan Legislatif (Pileg) PKS mendapatkan perolehan 12 kursi dan Golkar 8 kursi legislator.

"PKS Kota Bekasi seakan terlalu merendahkan Partai Golkar Kota Bekasi, di depan dia seolah mengajak Golkar untuk berkoalisi. Namun sebenarnya dia hanya ingin menjadikan Partai Golkar sebagai pendamping alias Wakil Wali Kota," ucapnya, Selasa (7/5/2024).

Terlebih, Togu beranggapan bahwa PKS Kota Bekasi tidak melihat dan belajar sejarah di Kota Bekasi. Yang dimana Partai Golkar pernah menjadi pemimpin kepala daerah. Dirinya pun menjelaskan kenapa PKS Kota Bekasi tidak menggandeng PDI Perjuangan untuk berkoalisi di Pilkada November 2024 mendatang.

"Asumsinya Partai golkar tidak ada calon untuk menjadi Wali Kota Bekasi. Kenapa Ketua DPD PKS Heri Koswara tidak mengajak PDI Perjuangan untuk berkoalisi karena PDI Perjuangan tidak mungkin mau jadi Wakil Wali Kota Bekasi. Sehingga dia enggan berkoalisi dengan partai berlogo banteng tersebut yang hanya akan menjadikanya sebagai wakil kepala daerah jika mungkin untuk berkoalisi," ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun berharap agar Partai Golkar lebih cermat dalam membangun komunikasi lintas partai, jangan sampai salah dalam memilih partai untuk berkoalisi nanti.

"Untuk Partai Golkar Kota Bekasi saya harap cermat dalam lakukan komunikasi politik lintas partai, jangan sampai salah melangkah," tutupnya. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel