tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

CISA Sebut Hacker Rusia Gunakan Microsoft untuk Sasar Lembaga Pemerintah AS

Russian Hacker.
Prakata.com - Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur atau Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa hacker atau peretas yang didukung oleh pemerintah Rusia telah memanfaatkan akses mereka ke sistem email Microsoft untuk mencuri korespondensi antara pejabat dan perusahaan teknologi besar.

Pengungkapan ini, yang diumumkan dalam sebuah arahan darurat oleh pengawas AS pada hari Kamis lalu menunjukkan bahwa peretas telah mengeksploitasi detail otentikasi yang dibagikan melalui email untuk mencoba merusak sistem pelanggan Microsoft, termasuk sistem beberapa lembaga pemerintah.

Peringatan ini datang setelah pengumuman Microsoft pada bulan Maret bahwa mereka masih berjuang melawan penyusup, yang mereka sebut "Midnight Blizzard."

Pengungkapan ini, yang menjadi alarm bagi industri keamanan siber, diikuti oleh laporan dari Dewan Peninjau Keamanan Siber AS yang menyatakan bahwa peretasan lain yang dituduh dilakukan oleh China sebenarnya bisa dicegah, sehingga menyalahkan perusahaan atas kelemahan keamanan siber dan kurangnya transparansi yang disengaja.

CISA menahan diri untuk tidak menyebutkan nama lembaga yang mungkin terkena dampaknya. Microsoft, melalui email, mengatakan bahwa mereka "bekerja dengan pelanggan kami untuk membantu mereka menyelidiki dan melakukan mitigasi. Ini termasuk bekerja sama dengan CISA dalam arahan darurat untuk memberikan panduan kepada lembaga pemerintah."

Kedutaan Besar Rusia di Washington, yang sebelumnya telah membantah keterlibatan dalam kampanye peretasan, belum memberikan komentar. CISA juga memperingatkan bahwa peretas mungkin menyerang kelompok non-pemerintah.

CISA mengatakan, "Organisasi lain mungkin juga terkena dampak eksfiltrasi email perusahaan Microsoft," dan mendorong pelanggan untuk menghubungi Microsoft untuk detail lebih lanjut. (Gud)

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel