Air Bersih Warga Bantargebang Krisis Sebulan Lebih, Dewan PDIP Anton Desak Solusi Nyata - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Air Bersih Warga Bantargebang Krisis Sebulan Lebih, Dewan PDIP Anton Desak Solusi Nyata

Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, saat menggelar reses III tahun 2026.
Prakata.com — Warga Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, masih menghadapi krisis air bersih. Persoalan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang semestinya menjadi perhatian utama pemerintah.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, menegaskan bahwa kepentingan rakyat tidak boleh dipermainkan. Ia menempatkan pemenuhan hak dasar masyarakat sebagai hal yang harus diperjuangkan, bukan sekadar janji tanpa kepastian penyelesaian.

“Jangan sekali-kali mainkan rakyat! Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan biarkan warga terus menunggu tanpa kepastian. Persoalan seperti ini harus segera ditangani dengan langkah nyata, bukan hanya janji,” tegas Anton.

Warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, diketahui menggelar aksi spontan pada Minggu (11/10/2026). Mereka memprotes sumur artesis yang telah rusak lebih dari satu bulan.

Perwakilan warga, Rahmat, menyampaikan bahwa bantuan air bersih yang diterima selama sumur tidak berfungsi baru satu kali, dengan jumlah sekitar satu setengah tangki. 

Warga pun meminta agar sumur segera diperbaiki dan distribusi air bersih dilakukan secara rutin sampai layanan kembali normal.

Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Anton menekankan pentingnya tanggung jawab dan kejelasan penanganan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi konkret yang bisa dirasakan langsung, terutama ketika kebutuhan pokok mereka terganggu dalam waktu lama.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memastikan perbaikan sumur artesis serta menyediakan bantuan air bersih secara memadai selama proses perbaikan berlangsung.

"Penanganan juga perlu disertai informasi yang jelas agar warga mengetahui perkembangan dan kepastian penyelesaiannya," ujarnya.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pengelolaan kawasan tidak boleh mengabaikan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Warga Bantargebang berhak mendapatkan pelayanan yang layak, termasuk akses terhadap air bersih.

Rakyat tidak boleh terus menanggung kesulitan tanpa kepastian. Aspirasi warga harus didengar, hak mereka harus diperjuangkan, dan penyelesaian harus dibuktikan melalui tindakan nyata. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel