![]() |
| Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama jajaran saat menghadiri APEKSI 2026. |
Mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat",
forum tahunan ini menjadi ajang strategis bagi para kepala daerah dari berbagai
kota di Indonesia untuk menjalin koordinasi antardaerah, menyusun rekomendasi
kebijakan, serta bertukar gagasan dan inovasi dalam pengelolaan pemerintahan
daerah.
Acara pembukaan resmi dilaksanakan oleh Wakil Menteri Dalam
Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Turut hadir dalam kesempatan
tersebut Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Ketua Dewan Pengurus
APEKSI yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Wali
Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah, bersama para wali kota
dan delegasi dari sejumlah daerah di Indonesia.
Dalam rombongan Pemerintah Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe
didampingi oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Asda I, Asda II,
Kepala BPKPSDM, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat,
Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Kepala Bidang Pekerjaan Umum DBMSDA,
Dirut PT. Sinergi, Dirut PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, serta unsur pimpinan
lainnya.
Rakernas XVIII APEKSI menjadi momentum konsolidasi bagi
pemerintah kota untuk merumuskan langkah kolektif dalam menghadapi berbagai
tantangan pembangunan perkotaan. Beberapa isu utama yang dibahas meliputi
penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan mutu pelayanan publik,
transformasi digital, penguatan ketahanan fiskal daerah, hingga pembangunan
kota yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dalam pidatonya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya
Sugiarto menekankan peran krusial pemerintah kota sebagai lokomotif pembangunan
nasional.
"Pemerintah kota dituntut untuk terus menguatkan
kolaborasi, mempercepat digitalisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada
masyarakat, memperkokoh ketahanan fiskal daerah, serta menghadirkan
terobosan-terobosan guna menjawab dinamika pembangunan perkotaan," tegas
Bima Arya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe
menyatakan bahwa partisipasi pihaknya dalam Rakernas XVIII APEKSI merupakan
wujud keseriusan untuk memperluas kerja sama lintas daerah sekaligus mengadopsi
berbagai praktik unggulan yang telah terbukti efektif di wilayah lain.
"Rakernas APEKSI adalah ruang istimewa bagi para
pemimpin daerah untuk saling berguru, menguatkan kolaborasi, dan menciptakan
berbagai inovasi yang aplikatif di masing-masing kota. Pemerintah Kota Bekasi
bertekad untuk terus memajukan pelayanan publik, memperbaiki tata kelola
pemerintahan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan
antardaerah," ungkap Abdul Harris.
Penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI kali ini berlangsung
di tengah beragam tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Selama tahun 2025,
sejumlah kota di Indonesia terdampak kebijakan efisiensi anggaran berdasarkan
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang memengaruhi alokasi belanja daerah,
sehingga banyak pemerintah kota terpaksa melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan
program pembangunan.
Di sisi lain, frekuensi bencana alam yang meningkat
sepanjang tahun 2025 turut menjadi pengingat akan urgensi pembangunan kota yang
tangguh. Ribuan peristiwa bencana, terutama banjir dan tanah longsor,
mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan, kerusakan infrastruktur,
gangguan distribusi logistik, serta dampak terhadap ketahanan pangan dan
kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang utama Rakernas XVIII
APEKSI yang berfokus pada penguatan kapasitas pemerintah kota dalam mewujudkan
kota tangguh, baik dari sisi fiskal, perencanaan pembangunan, ketahanan pangan,
pelayanan publik, maupun ketahanan sosial. Dengan menguatkan sistem
pemerintahan daerah, setiap kota diharapkan dapat menjadi pilar fundamental
dalam menopang Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.
Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
(AD/ART) APEKSI, Rakernas digelar setiap tahun sebagai ajang konsolidasi
pemerintah kota se-Indonesia guna mengkaji isu-isu strategis nasional sekaligus
merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam Rakernas XVIII APEKSI
mencerminkan dedikasi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperluas jaringan kerja
sama antardaerah, meningkatkan daya saing melalui inovasi, serta mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui forum nasional ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat memperkuat posisi pemerintah kota sebagai garda terdepan pelayanan publik serta mempercepat terwujudnya Kota Bekasi yang keren, tangguh, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam mendukung Indonesia yang semakin maju dan berdaulat. (gud)


