![]() |
| Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda. |
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda,
mengungkapkan bahwa konsep pemandangan kota dipilih karena Jakarta Pusat
memiliki ciri khas sebagai kawasan yang dikelilingi deretan gedung pencakar
langit. Dengan memaksimalkan potensi tersebut, RTH Jati Pinggir diharapkan
mampu menjadi destinasi baru yang memikat warga ibu kota.
City view adalah identitas khas Jakarta Pusat. Kami
akan mengeksplorasi pemandangan ini secara optimal agar masyarakat semakin
tertarik untuk berkunjung dan menikmati RTH Jati Pinggir," ujar Mila saat
ditemui di lokasi, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, posisi bantaran KBB di Jati Pinggir tergolong
sangat strategis karena menghadap langsung ke panorama gedung-gedung tinggi
yang menjulang di pusat kota. Hal ini menjadi nilai tambah yang akan dijadikan
sebagai daya tarik utama dalam penataan ulang kawasan hijau tersebut.
Mila menjelaskan bahwa RTH Jati Pinggir nantinya akan
difungsikan sebagai ruang publik sekaligus jalur hijau yang dapat dinikmati
oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai fasilitas modern pun akan disediakan
guna menunjang aktivitas pengunjung, di antaranya lintasan lari (jogging track),
area bermain anak, sarana olahraga, serta gedung serbaguna yang dapat digunakan
sebagai balai warga.
"Kami tetap mempertahankan dua dari tiga lapangan
olahraga yang sudah ada. Selain itu, akan dibangun ruang serbaguna bertingkat
dengan konstruksi semi permanen, mengingat lokasi di atas sempadan sungai tidak
memperbolehkan adanya bangunan permanen," jelas Mila lebih lanjut.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menilai
keberadaan RTH Jati Pinggir memiliki peranan yang sangat penting di tengah
padatnya pemukiman warga Petamburan. Ia menekankan bahwa ruang terbuka ini
harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat berinteraksi sosial bagi
masyarakat setempat.
"RTH Jati Pinggir akan kami optimalkan sebagai wadah
bagi warga Petamburan untuk bersosialisasi dan beraktivitas bersama,"
tegas Arifin.
Sebagai langkah awal penataan, pada Rabu (22/7/2026), Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengerahkan ratusan personel gabungan untuk menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) serta sejumlah posko organisasi kemasyarakatan di sepanjang bantaran KBB Jati Pinggir dengan panjang area 1.021 meter. Proses penertiban berjalan dengan lancar dan kondusif, berkat sosialisasi serta pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus ormas di kawasan Petamburan. (rtm)


